BERITA TERKININUSANTARAPEMERINTAHAN

Kasus Suspek Campak di Tulungagung Naik 100 Persen, Dinkes Genjot Vaksinasi ORI di Wilayah Rawan

×

Kasus Suspek Campak di Tulungagung Naik 100 Persen, Dinkes Genjot Vaksinasi ORI di Wilayah Rawan

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Kasus suspek campak di Kabupaten Tulungagung Provinsi Jawa Timut melonjak hingga 100 persen pada awal 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meski terjadi lonjakan signifikan, otoritas kesehatan memastikan kondisi tersebut belum masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB).

Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mencatat, sepanjang semester pertama 2026 terdapat 44 kasus suspek campak. Dari jumlah tersebut, satu kasus telah terkonfirmasi positif berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinkes Tulungagung, dr. Aris Setiawan, M.Kes., menjelaskan bahwa peningkatan ini cukup tajam jika dibandingkan tahun sebelumnya.

“Pada Februari tahun lalu hanya sekitar 20-an kasus suspek, dengan satu kasus positif di bulan Maret. Untuk kasus positif relatif sama, tetapi jumlah suspeknya meningkat cukup signifikan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (1/4/2026).

Meski demikian, ia menegaskan bahwa situasi di Tulungagung masih terkendali. “Belum KLB. Memang ada peningkatan, tapi masih dalam batas yang bisa ditangani,” katanya.

Pasien Positif Sudah Pulih

Aris menambahkan, pasien yang terkonfirmasi positif campak pada awal 2026 kini telah pulih dan kembali beraktivitas normal. Hal ini menjadi indikator bahwa penanganan medis berjalan efektif.

ORI Digencarkan di Wilayah Prioritas

Sebagai langkah respons cepat, Dinkes Tulungagung mengintensifkan program Outbreak Response Immunization (ORI), yakni pemberian vaksin tambahan untuk menekan penyebaran penyakit.

Vaksinasi difokuskan pada balita usia 9 hingga 59 bulan, terutama di wilayah dengan jumlah kasus suspek tinggi seperti Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru.

“Di wilayah prioritas, vaksin diberikan tanpa melihat status imunisasi sebelumnya. Jadi baik yang belum pernah maupun yang belum lengkap tetap kami vaksin,” jelas Aris.

Sebanyak 350 anak menjadi sasaran vaksinasi di wilayah tersebut. Langkah ini sejalan dengan rekomendasi World Health Organization dan Kementerian Kesehatan melalui program catch-up campaign atau imunisasi kejar.

Dua Daerah Lain di Jatim Juga Diwaspadai

Secara regional di Jawa Timur, Tulungagung bukan satu-satunya daerah yang mendapat perhatian. Dua kabupaten lain, yakni Pamekasan dan Jember, juga direkomendasikan untuk melaksanakan ORI secara menyeluruh di tingkat kabupaten.

Lonjakan kasus suspek campak di Tulungagung menjadi sinyal peringatan penting bagi kewaspadaan masyarakat dan pemerintah daerah. Meski belum berstatus KLB, percepatan vaksinasi dan deteksi dini menjadi kunci utama agar penyebaran tidak meluas dan tetap terkendali.