MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Pemandangan tak biasa tersaji di wilayah Hilir Kantor, Kecamatan Putussibau Utara, Kamis 16 April 2026. Sepanjang jalan lingkungan, halaman rumah, hingga fasilitas umum kini diselimuti kibaran 200 bendera Merah Putih.
Kampung itu seolah disulap menjadi “Kampung Merah Putih” dalam satu hari, berkat gotong royong anggota Kodim 1206/Putussibau bersama warga setempat.
Sejak pagi, loreng TNI dan pakaian warga berbaur tanpa sekat. Ada yang memanjat tangga, ada yang mengikat tali rafia, ada pula anak-anak yang ikut memegang ujung bendera.
Tawa, canda, dan semangat kebersamaan mengalahkan terik matahari yang mulai meninggi.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Di balik tiang-tiang bambu dan helai kain Merah Putih yang berkibar, ada pesan kuat yang ingin disampaikan nasionalisme harus dirawat, persatuan harus dijaga, dan TNI bersama rakyat tidak pernah terpisahkan.
Sinergi Nyata TNI-Rakyat di Bumi Uncak Kapuas
Komandan Kodim 1206 Putussibau, Letkol Arm Andreas Prabowo Putro, menegaskan bahwa kegiatan Kampung Merah Putih lahir dari kesadaran kolektif akan pentingnya simbol kebangsaan di tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan Kampung Merah Putih ini, kami ingin menumbuhkan kembali rasa cinta tanah air serta mempererat kebersamaan antara TNI khususnya Kodim 1206/Putussibau dan masyarakat,” tegas Letkol Arm Andreas Prabowo Putro secara terpisah.
Menurut Dandim, pemasangan bendera tidak hanya bertujuan memperindah lingkungan. Lebih dari itu, ini adalah ikhtiar untuk mengingatkan setiap warga bahwa Merah Putih adalah identitas, harga diri, dan pemersatu bangsa.
“Di era sekarang, semangat persatuan dan kesatuan mudah tergerus. Bendera ini pengingat kita satu, kita Indonesia,” ujarnya.
Antusiasme warga Hilir Kantor tak terbendung. Mereka mengaku bangga kampungnya dipilih menjadi “Kampung Merah Putih”. Bagi mereka, ini kehormatan sekaligus pengingat akan jasa para pahlawan.
“Baru kali ini kampung kami semerah ini, Pak. Anak cucu kami jadi tahu, oh ini bendera kita. Jadi semangat kalau lihatnya,” ucap Pak Ahmad, warga setempat, sambil menunjuk deretan bendera di depan rumahnya.
Lebih dari Sekadar Warna: Rawat Gotong Royong
Letkol Arm Andreas Prabowo Putro menekankan, nilai utama dari kegiatan ini adalah gotong royong. Budaya luhur bangsa yang tak boleh hilang ditelan zaman.
“Kalau kampung kompak, aman, bersih, dan warganya peduli, maka rasa memiliki terhadap NKRI pasti kuat. Itu benteng pertama bangsa,” jelasnya.
Ia berharap semangat yang lahir di Hilir Kantor menular ke kampung-kampung lain di Kapuas Hulu.
“Nilai kebangsaan itu dijaga dari hal kecil. Dari memasang bendera bersama, dari menyapa tetangga, dari menjaga lingkungan. Tidak perlu menunggu 17 Agustus untuk cinta Indonesia,” tambah Dandim.
Kemanunggalan TNI-Rakyat Bukan Slogan
Dandim Letkol Arm Andreas Prabowo Putro mengatakan kegiatan Kampung Merah Putih menjadi bukti bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat bukan jargon di atas kertas.
“Di Hilir Kantor, TNI hadir, bekerja, berkeringat bersama rakyat. Tak ada sekat, tak ada jarak, “tuturnya.
Lanjut Dandim, usai 200 bendera berdiri tegak, kegiatan ditutup dengan doa bersama dan foto di bawah kibaran Merah Putih. Wajah-wajah lelah itu ditutup senyum lega.
“Diatas mereka, langit Putussibau jadi saksi: merah dan putih kini menyatu dengan nadi kampung. Dengan semangat ini, Kodim 1206/Putussibau berharap api nasionalisme terus menyala di Bumi Uncak Kapuas, “tutur Dandim.
Karena selama Merah Putih masih berkibar di beranda rumah warga, selama itu pula Indonesia tetap ada di hati.
“Kampung Merah Putih bukan akhir, melainkan awal. Awal dari kampung-kampung lain yang berani menyatakan kami Indonesia, kami cinta damai, kami gotong royong, “pungkas Dandim mengakhiri. (*)














