BERITA TERKINIHEADLINEPEMERINTAHAN

Pesan Kasih Sayang di Balik Kirab Mahkota Binokasih, Bupati Karawang Aep Syaepuloh: Pemimpin Harus Hadir untuk Rakyat

×

Pesan Kasih Sayang di Balik Kirab Mahkota Binokasih, Bupati Karawang Aep Syaepuloh: Pemimpin Harus Hadir untuk Rakyat

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, KARAWANG – Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, secara resmi menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan Kirab Milangkala Tatar Sunda bertajuk “Subang Larang Nebarkeun Kaheman” yang berlangsung di Kabupaten Karawang, Sabtu (09/05/2026) malam.

Acara yang menghadirkan simbol mahkota legendaris Mahkota Binokasih tersebut dinilai berjalan lancar, meriah, dan penuh khidmat.

Bupati menegaskan bahwa kirab ini bukan sekadar seremoni budaya atau pameran simbol kewibawaan semata.

“Makuta Binokasih bukan sekadar simbol kewibawaan dan keindahan. Namun, di dalamnya terkandung pesan spirit kasih sayang seorang pemimpin yang harus selalu hadir di tengah-tengah masyarakat,” ujar Aep dalam keterangan tertulisnya.

Kesuksesan acara yang menyedot perhatian ribuan warga ini diakui Aep berkat sinergi yang solid antarinstansi.

Ia secara khusus mengucapkan terima kasih kepada unsur TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, hingga tenaga kesehatan.

“Alhamdulillah, rangkaian kegiatan semalam berjalan lancar. Terima kasih kepada seluruh stakeholder yang telah membantu terselenggaranya acara ini. Hatur nuhun juga untuk Pak Gubernur atas kasih sayangnya kepada warga Karawang,” tambahnya.

Momentum kirab budaya ini juga dijadikan Bupati Aep sebagai pengingat akan tanggung jawab kepemimpinannya.

Ia menyatakan bahwa filosofi “kasih sayang” dari Mahkota Binokasih akan diimplementasikan melalui kerja nyata.

Bersama Wakil Bupati, Aep berkomitmen untuk terus fokus menyelesaikan berbagai persoalan mendasar di Kabupaten Karawang secara bertahap.

“Kami berkomitmen untuk bekerja dengan tulus, menuntaskan satu per satu akar permasalahan yang ada di Kabupaten Karawang yang kita cintai ini,” pungkasnya.

Penyelenggaraan kirab “Subang Larang Nebarkeun Kaheman” diharapkan dapat memperkuat jati diri budaya masyarakat Karawang sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah dan rakyat melalui nilai-nilai kearifan lokal.