MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung, Jawa Timur, menegaskan komitmennya dalam mendukung penuh program strategis nasional Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melalui percepatan pembentukan dan penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Dukungan tersebut diwujudkan dengan kehadiran jajaran Pemkab Tulungagung pada Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta.
Komitmen itu disampaikan Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Kabag Prokopim) Setda Kabupaten Tulungagung, Aris Wahyudiono, S.STP., dalam keterangan resminya di ruang kerja, Jumat (17/7/2026).
Menurut Aris, Plt Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., didampingi Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tulungagung Dr. Slamet Sunarto, M.Si., serta Ketua Dekopinda Kabupaten Tulungagung H. Nyadin, M.AP., menghadiri langsung puncak peringatan Hari Koperasi ke-79 yang berlangsung pada Minggu (12/7/2026).
“Partisipasi Pemkab Tulungagung merupakan bentuk dukungan nyata terhadap kebijakan nasional Presiden RI dalam memperkuat koperasi sebagai fondasi ekonomi kerakyatan melalui Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” ujar Aris.
Ia menegaskan, peringatan Hari Koperasi ke-79 menjadi momentum penting bagi pemerintah untuk semakin memperkokoh gerakan koperasi sebagai motor penggerak perekonomian rakyat.
“Peringatan Hari Koperasi ke-79 menjadi penegasan komitmen pemerintah dalam memperkuat gerakan koperasi menuju Indonesia berjaya. Melalui percepatan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, diharapkan koperasi mampu menjadi fondasi yang kokoh dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat perekonomian nasional,” jelasnya.
Mengusung tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya”, peringatan Hari Koperasi Nasional tahun ini dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Bambang Haryadi, para kepala daerah dari seluruh Indonesia, serta sejumlah tokoh dan pegiat koperasi.
Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan doa oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Dalam sambutannya, Ketua Umum Dekopin Bambang Haryadi menyebut Hari Koperasi Nasional ke-79 sebagai tonggak kebangkitan gerakan koperasi setelah selama hampir tiga dekade dinilai belum memperoleh perhatian yang sepadan sebagaimana amanat konstitusi.
“Hari Koperasi Nasional ke-79 ini menjadi momentum bangkitnya gerakan koperasi di Indonesia. Kami yakin di bawah kepemimpinan Bapak Presiden, koperasi akan menjadi salah satu pilar utama penggerak ekonomi rakyat Indonesia,” tegas Bambang.
Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengapresiasi kehadiran Presiden Prabowo yang dinilainya menjadi suntikan semangat baru bagi seluruh insan koperasi di Tanah Air.
Menurut Ferry, tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya” mencerminkan komitmen pemerintah dalam mengimplementasikan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 melalui penguatan koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional.
Ferry juga memaparkan perkembangan Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang menunjukkan capaian signifikan. Hingga pertengahan Juli 2026, sebanyak 83.000 koperasi telah berbadan hukum. Selain itu, 15.845 koperasi telah memiliki bangunan, gudang, gerai, dan fasilitas pendukung yang selesai 100 persen, sedangkan 19.539 koperasi lainnya masih dalam proses pembangunan.
Pemerintah juga menargetkan seluruh manajer koperasi desa menyelesaikan pelatihan pada awal Agustus 2026 sebelum ditempatkan di koperasi-koperasi yang siap beroperasi.
Dalam pidato utamanya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan ucapan selamat Hari Koperasi kepada seluruh insan koperasi Indonesia sekaligus mengungkapkan kedekatan emosionalnya dengan gerakan koperasi yang telah lama menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya.
“Hari ini adalah hari yang membahagiakan saya. Saya melihat wajah-wajah tokoh koperasi yang sudah lama berjuang. Saya juga berjuang bersama saudara-saudara di beberapa koperasi,” ujar Presiden.
Presiden menegaskan bahwa koperasi bukan sekadar wadah aktivitas ekonomi, melainkan representasi semangat gotong royong dan kekeluargaan yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia.
“Karena saya ini merasa di kalangan keluarga sendiri. Koperasi itu memang saya rasa adalah keluarga saya,” tutur Prabowo.
Kehadiran jajaran Pemerintah Kabupaten Tulungagung dalam peringatan nasional tersebut menjadi penegasan bahwa daerah siap bersinergi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat implementasi Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah, koperasi diharapkan semakin berdaya, mampu menggerakkan ekonomi desa, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.














