MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., menegaskan bahwa transformasi digital dan pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi industri perbankan. Karena itu, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dituntut memiliki kepemimpinan yang adaptif agar tetap sehat, kompetitif, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Komitmen tersebut disampaikan saat Ahmad Baharudin secara resmi membuka Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) PERBAMIDA di Hotel Lojika Tulungagung, Kamis (9/7/2026). Informasi itu disampaikan Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Kabag Prokopim) Setda Kabupaten Tulungagung, Aris Wahyudiono, S.STP., dalam keterangan resminya, Rabu (22/7/2026).
Rakerwil mengusung tema “Menjaga Kesehatan Bank, Memenangkan Persaingan” dan diikuti sekitar 66 peserta yang merupakan jajaran direksi BPR dari Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, dan Maluku.
Turut hadir Ketua DPP PERBAMIDA, Sofia Nurkrisna Jati Atmaja, S.T., M.M., Ketua DPW PERBAMIDA Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, dan Maluku, Saifullah Asik, beserta para pimpinan BPR dari berbagai daerah.
Aris menjelaskan, dalam sambutannya Ahmad Baharudin menilai pelatihan bertema “Ambidextrous Leadership 5.0” sangat relevan dengan kondisi dunia perbankan saat ini yang terus bergerak cepat akibat digitalisasi dan perkembangan AI.
“Seorang pemimpin BPR tidak cukup hanya mampu menjaga stabilitas lembaga, tetapi juga harus berani melakukan inovasi dan terobosan agar mampu menjawab perubahan zaman,” ujar Ahmad Baharudin.
Menurutnya, konsep kepemimpinan ambidextrous menjadi jawaban atas kebutuhan industri perbankan modern karena menggabungkan kemampuan menjaga keberlanjutan organisasi dengan keberanian bertransformasi. Fleksibilitas, ketangguhan, dan inovasi harus berjalan seiring agar BPR tetap mampu bersaing.
Ia berharap seluruh peserta memanfaatkan forum tersebut untuk memperkaya wawasan dan meningkatkan kompetensi sehingga mampu menjadi pemimpin yang visioner, adaptif, dan mampu membawa BPR milik pemerintah daerah semakin maju.
“Melalui pelatihan ini, saya berharap lahir pemimpin-pemimpin BPR yang mampu membaca perubahan, memanfaatkan teknologi, dan tetap menjaga kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan daerah,” katanya.
Lebih lanjut, Ahmad Baharudin menegaskan bahwa Rakerwil PERBAMIDA merupakan momentum strategis untuk memperkuat sinergi antar-BPR dan BPRS di wilayah Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, dan Maluku.
Menurutnya, PERBAMIDA harus menjadi wadah kolaborasi yang mampu menyatukan langkah dalam menyusun program kerja yang konkret untuk meningkatkan kualitas layanan, memperkuat kesehatan perbankan, serta memperluas peran lembaga keuangan mikro dalam mendukung inklusi keuangan dan pembangunan daerah.
“Saya yakin dengan semangat kebersamaan, profesionalisme, dan kepemimpinan yang ambidextrous, kita mampu menjawab berbagai tantangan sekaligus memanfaatkan peluang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Di penghujung sambutannya, Plt Bupati berharap penyelenggaraan Rakerwil PERBAMIDA di Tulungagung mampu menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat memperkuat daya saing BPR di tengah persaingan industri keuangan yang semakin dinamis.
Selain agenda rapat kerja, kegiatan tersebut juga diisi dengan pelatihan “Ambidextrous Leadership 5.0: Pemimpin BPR di Era AI, Menjaga Kesehatan Bank, Memenangkan Persaingan” yang menghadirkan narasumber Ferry D. Sampurno, S.A.P., M.M.
Melalui forum ini, Pemerintah Kabupaten Tulungagung berharap lahir langkah-langkah konkret yang mampu memperkuat industri BPR sebagai pilar utama keuangan daerah, sekaligus meningkatkan kontribusinya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.














