BERITA TERKININUSANTARAWakil Rakyat

Ketua Komisi V DPR RI Tinjau Peningkatan Ruas Jalan Nasional Nanga Erak–Batas Kaltim, Butuh 2 Triliun Tuntas Hingga ke Tanjung Lokang

×

Ketua Komisi V DPR RI Tinjau Peningkatan Ruas Jalan Nasional Nanga Erak–Batas Kaltim, Butuh 2 Triliun Tuntas Hingga ke Tanjung Lokang

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, bersama jajaran mendampingi Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, meninjau progres peningkatan ruas Jalan Nasional Nanga Erak–Batas Kalimantan Timur pada Senin (27/7/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kelanjutan pembangunan infrastruktur yang menjadi akses strategis penghubung wilayah perbatasan dan kawasan pedalaman Kapuas Hulu.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Kapuas Hulu didampingi Ketua DPRD Kabupaten Kapuas Hulu, Kepala Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Barat beserta jajaran.

Pada kesempatan itu, Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan menyampaikan apresiasi kepada Ketua Komisi V DPR RI yang terus memberikan dukungan terhadap pembangunan ruas jalan nasional di wilayah perbatasan.

“Saya selaku Bupati Kapuas Hulu mengucapkan terima kasih kepada Bapak Lasarus selaku Ketua Komisi V DPR RI yang terus mengawal pembangunan ruas jalan nasional, khususnya ruas paralel perbatasan Nanga Erak Kabupaten Kapuas Hulu hingga batas Kalimantan Timur,” ujar Fransiskus Diaan.

Ia berharap pembangunan jalan tersebut dapat terus berlanjut hingga mencapai Tanjung Lokang, Kecamatan Putussibau Selatan, yang merupakan perkampungan terakhir di kawasan Hulu Kapuas.

“Kita berharap pekerjaan ruas jalan ini terus berlanjut sampai ke Tanjung Lokang, Kecamatan Putussibau Selatan, sehingga akses masyarakat semakin baik dan membuka peluang percepatan pembangunan di wilayah pedalaman,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Barat, Chandra Syah Parmance, menjelaskan bahwa pada tahun 2026 belum terdapat program pengaspalan di ruas tersebut. Fokus pekerjaan saat ini adalah peningkatan kualitas badan jalan agar memenuhi standar teknis.

“Tahun ini memang belum ada program pengaspalan. Program aspal direncanakan mulai tahun depan. Saat ini kami fokus pada penurunan grade jalan agar sesuai standar maksimal 10 persen. Selain itu juga akan dibangun dua box culvert. Secara keseluruhan hingga selesai sampai Tanjung Lokang, termasuk pengaspalan, diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp2 triliun,” jelas Chandra.

Ia menambahkan bahwa hingga saat ini tidak terdapat kendala yang signifikan dalam pelaksanaan pembangunan di lapangan.

Di lokasi yang sama, Ketua Komisi V DPR RI Lasarus menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan anggaran pembangunan ruas jalan nasional tersebut hingga tuntas.

“Selaku Ketua Komisi V, saya akan terus memperjuangkan pembangunan ini. Anggaran sekitar Rp2 triliun itu baru untuk menyelesaikan ruas hingga Tanjung Lokang. Masih ada sekitar 47 kilometer lagi dari Tanjung Lokang menuju Long Pahangai di perbatasan Kalimantan Timur, kemudian dilanjutkan hingga terhubung ke Kalimantan Utara,” ungkap Lasarus.

Menurutnya, pembangunan ruas jalan nasional ini akan terus menjadi perhatian pemerintah karena memiliki peran penting dalam membuka keterisolasian daerah, meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan Kabupaten Kapuas Hulu. (*)