BERITA TERKINIEKONOMI & BISNISHEADLINENUSANTARA

Menatap Masa Depan Transportasi Malang, Saat Kebijakan Bertemu Kenyamanan Rakyat

×

Menatap Masa Depan Transportasi Malang, Saat Kebijakan Bertemu Kenyamanan Rakyat

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, MALANG – Sebuah langkah progresif kembali dijajaki dalam sistem transportasi publik di Jawa Timur. Bertempat di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), pada Selasa (29/7/2026, hasil survei dukungan masyarakat terhadap kehadiran Trans Jatim Koridor 2 rute Malang–Kepanjen resmi dipaparkan.

Pertemuan strategis ini tidak hanya menjadi panggung pemaparan data, melainkan juga ruang dialog hangat antara akademisi, pembuat kebijakan, dan perwakilan masyarakat.

Hadir sebagai salah satu narasumber kunci, Kepala Program Studi S3 Pascasarjana UMM, Prof. Dr. Wahyudi, M.Si., menyampaikan pandangan yang mendalam mengenai proyeksi transportasi ini.

Bagi Prof. Wahyudi, sinergi antara Laboratorium Analisis Politik dan Otonomi Daerah (Lapolda) dengan Pascasarjana UMM ini merupakan wujud nyata dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian masyarakat.

Di balik angka-angka statistik survei, Prof. Wahyudi menyisipkan sebuah cerita humanis yang menyentuh esensi mendasar dari sebuah fasilitas publik : kegunaan nyata bagi warganya.

Beliau menceritakan pengalaman pribadi sang istri, seorang pensiunan aparatur sipil yang kini berusia 60 tahun, yang telah merasakan langsung kenyamanan beraktivitas menggunakan layanan armada Trans Jatim.

“Istri saya adalah pengguna setia Trans Jatim. Beliau selalu merasa nyaman, senang, dan yang paling penting, ada kepastian waktu. Perjalanan dari area Alun-Alun Sari hingga ke Landungsari terasa begitu efisien,” ungkap Prof. Wahyudi dengan nada penuh apresiasi.

Bagi beliau, kesaksian sederhana dari seorang warga seperti istrinya adalah bukti autentik bahwa kehadiran transportasi publik yang tertata mampu mengubah kualitas hidup bertransportasi masyarakat urban menjadi lebih baik.

Prof. Wahyudi menegaskan bahwa perluasan koridor Trans Jatim ini memerlukan political will atau kemauan politik yang kuat dari pemerintah daerah.

Jika perluasan ini terealisasi dengan baik, ia optimis masyarakat Malang Raya akan menyambutnya dengan antusiasme tinggi.

Pembangunan transportasi yang modern, menurutnya, adalah sebuah keniscayaan untuk menciptakan keteraturan, efisiensi waktu, serta menekan angka kemacetan yang kerap mengintai kota-kota berkembang.

Di akhir narasinya, Prof. Wahyudi juga menegaskan kembali filosofi keterbukaan kampus UMM. Beliau berharap UMM dapat terus menjadi “rumah bersama” bagi seluruh elemen bangsa untuk melahirkan ide-ide inovatif demi kesejahteraan masyarakat luas.

Melalui pemaparan survei ini, Trans Jatim Koridor II bukan lagi sekadar wacana di atas kertas, melainkan secercah harapan baru menuju mobilitas Malang Raya yang lebih ramah, efisien, dan modern.

Sementara itu, Dewan Kampung Nusantara (DKN) Malang Raya menegaskan komitmennya untuk menjadi jembatan sosiologis antara kebijakan pemerintah dan aspirasi masyarakat arus bawah, khususnya dalam merespons dinamika transportasi publik.

Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua DKN Malang Raya, Achmad Harun Al Rasid, dalam agenda rilis pers bersama awak media.
Dalam sambutannya, Harun menekankan bahwa moda angkutan umum, termasuk kehadiran layanan Trans Jatim Koridor 2 bukan lagi sekadar isu teknis transportasi, melainkan kebutuhan mendasar bagi masyarakat luas.

“Berbicara mengenai angkutan umum, kita sedang berbicara tentang denyut nadi masyarakat kampung. Mereka adalah pengguna sesungguhnya, yang secara finansial berada di segmen menengah ke bawah. Dari sinilah orientasi pelayanan harus bertumpu,”ujar Harun dengan lugas.

Harun menjelaskan bahwa dinamika di tingkat tapak sangat kompleks karena masyarakat kampung memegang berbagai peran strategis; mulai dari pengguna jasa, pengemudi, hingga pelaku ekonomi penunjang seperti petugas parkir.

Spektrum penggunanya pun sangat luas, mencakup pelajar, mahasiswa, hingga pekerja instansi dan profesional.

Panggilan jiwa untuk mengawal kepentingan masyarakat inilah yang mendorong DKN Malang Raya bergerak cepat.

Sebagai langkah konkret, DKN Malang Raya menjalin kolaborasi strategis dengan berbagai pihak, termasuk melibatkan Pendiri Lembaga Analisis Politik dan Otonomi Daerah melalui survei yang dipimpin oleh Dr. George Da Silva, serta akademisi dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Wahyudi, guna membedah data secara ilmiah dan objektif.

Dukungan Mutlak untuk Trans Jatim sebagai bentuk transparansi kepada publik, Achmad Harun Al Rasid memberikan bocoran poin-poin utama dari hasil survei persepsi publik terkait operasionalisasi Trans Jatim Koridor 2 dan respons organisasi kemasyarakatan (ormas).

Masyarakat luas memberikan dukungan mutlak terhadap optimalisasi moda transportasi ini demi kemudahan mobilitas antardaerah.

Para pelaku angkutan kota (angkot) selaku *feeder* (penumpang pengumpan) memberikan respons positif penuh, menandakan kesiapan untuk berintegrasi.

Penyelarasan rute yang menghubungkan kawasan pemukiman padat dan zona sekolah dinilai sudah sangat tepat sasaran.

Para pelaku industri transportasi menyatakan kesediaan penuh untuk masuk ke dalam sistem solusi berbasis koperasi.

Menutup penjelasannya, Ketua DKN Malang Raya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menatap masa depan transportasi Malang Raya dengan semangat kolaborasi, tanpa ada pihak yang dikorbankan atau dipinggirkan.

Menurutnya, setiap sumbatan komunikasi atau persoalan lapangan yang belum tuntas harus diselesaikan di atas meja asbak yang sama melalui dialog yang setara.

“Ayo, hari ini kita bersama-sama mendukung kemajuan tanpa harus menyingkirkan pihak mana pun. Kita bergandengan tangan.

Jika ada komunikasi yang belum tuntas atau persoalan yang belum klir, mari kita duduk bersama mencari solusi. Bagaimanapun, kita semua adalah penduduk Malang Raya, bagian dari masyarakat Nusantara, satu rumpun Indonesia,” pungkas Harun secara elegan.

Langkah taktis yang diinisiasi oleh DKN Malang Raya ini diharapkan mampu melahirkan ekosistem transportasi publik yang tidak hanya modern dan terintegrasi, tetapi juga tetap ramah dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.