MATTANEWS.CO, MALANG – Pembenahan dan perbaikan Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, kini resmi memasuki tahap pengerjaan fisik.
Langkah ini dilakukan usai serangkaian pemantauan dan evaluasi teknis menyeluruh yang memanfaatkan teknologi pemetaan udara (drone) untuk mengidentifikasi setiap titik kerusakan secara akurat.
Anggota DPRD Kabupaten Malang, Zulham Akhmad Mubarrok, mengonfirmasi bahwa penanganan di lapangan saat ini bukan lagi sekadar peninjauan, melainkan tindakan perbaikan nyata. Ia mengapresiasi perhatian publik dan atensi cepat dari pihak kementerian serta kontraktor terkait.
“Perbaikan minor sudah berjalan. Tim telah mengukur dan menghitung seluruh titik kerusakan menggunakan drone. Harapan kita, proses ini bisa optimal dan tuntas dalam kurun waktu sekitar satu bulan agar stadion dapat segera dimaksimalkan kembali,” ujar Zulham saat meninjau lokasi, Selasa sore (4/8/2026)
Menurutnya, mayoritas kerusakan bersifat non-struktural, seperti pengelupasan lapisan pelindung (coating) dan kebocoran di area tribun yang berdampak pada plafon bagian bawah.
Ia juga menjelaskan alur penyerahan aset antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Proses Berita Acara Serah Terima Operational (BASTO) telah berjalan untuk aspek pemanfaatan, sementara proses penyerahan aset fisik secara menyeluruh sedang menunggu penyelesaian perbaikan ini.
Hal tersebut penting agar Pemkab Malang memiliki legalitas penuh dalam mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk pemeliharaan rutin di masa mendatang.
Dari sisi teknis pelaksana, Project Manager PT Waskita Karya, Vino Teguh Pramudya, menegaskan komitmen pihaknya untuk merampungkan perbaikan dalam waktu singkat. Ia mengklarifikasi bahwa kabar mengenai kerusakan struktur adalah tidak benar.
“Kami perlu mengklarifikasi bahwa tidak ada retak struktur. Kerusakan yang terjadi murni pada lapisan pelindung (coating) tribun yang terkelupas akibat faktor cuaca ekstrem, serta perbaikan di beberapa titik plafon,” tegas Vino.
Pihak PT Waskita Karya menargetkan pengerjaan plafon selesai dalam waktu satu minggu (7 hari), sementara perbaikan lapisan tribun membutuhkan waktu sedikit lebih lama mengingat luasnya area yang harus ditangani secara teliti.
Vino menambahkan bahwa secara teknis, pekerjaan proyek telah mencapai 100% pada tahap Serah Terima Pertama (BAST-1) per 26 Desember 2024.
Masa pemeliharaan selama satu tahun juga telah dituntaskan melalui Final Hand Over (FHO/BAST-2) pada 26 Desember 2025, serta kesepakatan BASTO bersama Pemkab Malang pada 8 Maret 2025. Perbaikan yang dilakukan saat ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan teknis guna memastikan fasilitas siap guna.
Sementara itu, perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Fahmi Adhi, menjelaskan bahwa proses administrasi pengalihan Barang Milik Negara (BMN) saat ini tengah memasuki tahap verifikasi akhir di tingkat pusat.
“Tahap verifikasi dokumen pendukung saat ini sedang berlangsung di pusat dan diperkirakan memakan waktu satu hingga dua minggu. Setelah verifikasi lolos, aset akan diserahterimakan secara berjenjang melalui Kemenpora sebelum akhirnya diserahkan sepenuhnya kepada Pemkab Malang,” jelas Fahmi.
Fahmi berharap, setelah proses alih aset tersebut selesai, Pemerintah Kabupaten Malang dapat segera menganggarkan dana pemeliharaan berkala agar kualitas bangunan tetap terjaga.
Menutup keterangannya, pihak pelaksana dan kementerian menegaskan kembali bahwa renovasi Stadion Kanjuruhan dirancang dengan standar nasional yang komprehensif. Masyarakat diimbau untuk turut menjaga kelestarian fasilitas publik ini agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang bagi kemajuan olahraga di Kabupaten Malang.














