BeritaBERITA TERKINIEKONOMI & BISNISNUSANTARA

Panen Perdana Plasma 205 Ha, Hendra Siswanto: Ini Bukti Komitmen PT BIA Menjadi Berkat Bagi Petani Kapuas Hulu

×

Panen Perdana Plasma 205 Ha, Hendra Siswanto: Ini Bukti Komitmen PT BIA Menjadi Berkat Bagi Petani Kapuas Hulu

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Kerja keras lebih dari 3 tahun PT Borneo International Anugerah – PT BIA bersama masyarakat akhirnya membuahkan hasil. Panen Perdana Kebun Plasma Koperasi Kaban Begulai Mitra Anugerah KBMA seluas 205 Ha resmi akan digelar. Ini menjadi bukti nyata kemitraan perusahaan dan petani berjalan sesuai aturan.

Pembangunan kebun plasma untuk Koperasi KBMA I dan KBMA II telah dimulai sejak tahun 2022. Hingga September 2026, total luas yang sudah terbangun mencapai 1.489,85 Ha. Pembangunan dilakukan bertahap sesuai MOU dan Perjanjian Kerja Sama.

Hendra Siswanto, Pimpinan PT BIA Wilayah Kalimantan Barat menegaskan pembangunan dilakukan sesuai ketentuan pemerintah.

“Kami membangun plasma ini dengan serius dan transparan. Tidak ada yang dipotong. Semua sesuai aturan dan kesepakatan bersama koperasi. Visi kami ‘Menjadi Berkat’, dan itu harus dibuktikan lewat tindakan nyata di lapangan,” tegas Hendra Siswanto saat dikonfirmasi wartawan usai kegiatan.Selasa (8 September 2026)

Tanaman plasma tahap pertama yang ditanam tahun 2022 seluas ± 205 Ha saat ini sudah masuk masa produksi. Di lapangan tanaman sudah menghasilkan dan dapat dilakukan panen Tandan Buah Segar – TBS.

“Ini awal yang sangat baik. Dengan masuknya 205 Ha pertama ke fase produksi, ke depan luasan yang panen akan terus bertambah. Kami berharap pendapatan petani plasma KBMA I dan II juga ikut meningkat sejalan pertumbuhan tanaman,” jelas Hendra Siswanto.

Panen perdana ini dirancang bukan hanya seremoni. PT BIA ingin menunjukkan komitmen langsung kepada koperasi dan petani.

Acara akan dihadiri Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, Dinas Perkebunan, Forkopimda, pengurus Koperasi KBMA I & II, serta seluruh petani plasma.

Pada kesempatan itu, General Manager (GM) Sugianto mewakili pimpinan PT BIA juga memaparkan perkembangan pembangunan plasma secara terbuka.

“Kami mengundang semua pihak untuk menyaksikan. Biar masyarakat tahu bahwa program plasma ini benar-benar jalan. Perusahaan membangun, koperasi dan petani merawat, hasilnya kita nikmati bersama,” ujar GM Sugianto”

Dengan panen pertama ini, akan di hitung hasil produksi buah yang layak dapat di jual agar memberikan hasil bagi anggota Koperasi dan hasil jual tandan buah segar (TBS) setelah di kurangi biaya pembangunan dapat diberikan pembagian hasil.

“Selain itu program plasma ini juga menyerap tenaga kerja lokal untuk perawatan dan panen, “tuturnya.

Sugianto menambahkan, PT BIA berkomitmen mendampingi petani mulai dari bibit, pupuk, pelatihan, hingga pemasaran TBS ke pabrik.

“Kami tidak lepas tangan setelah bangun. Kami dampingi sampai petani benar-benar memahami , medapatkan manfaat dan sejahtera. Itu amanah dari visi ‘Menjadi Berkat’,” tutupnya.

Sementara itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas Hulu menyambut baik pelaksanaan Panen Perdana Kebun Plasma PT Borneo International Anugerah – PT BIA bersama Koperasi KBMA I dan KBMA II.

Kegiatan yang dinanti masyarakat 6 desa ini dinilai menjadi bukti nyata kemitraan perusahaan dan rakyat berjalan sesuai aturan.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Bapperida dan sekaligus kepala Bappeda Kapuas Hulu yang mewakili Bupati Agus Stormandi saat menghadiri panen perdana.

Kepala Bappeda menyampaikan bahwa panen perdana ini sudah sangat dinantikan masyarakat.

“Kegiatan panen perdana yang sudah sangat dinantikan oleh masyarakat di 6 desa. Saya rasa seluruh penduduk di 6 desa tersebut sudah terakomodasi dengan baik. Pemerintah Daerah menyambut baik langkah ini,” ujarnya.

Ia merinci, dari total luasan HGU perusahaan sekitar 8.000 hektar, sebanyak 6.000 hektar dialokasikan untuk kebun inti dan sekitar 1.600 hektar diperuntukkan bagi kebun plasma bagi masyarakat.

“Ini proporsi yang cukup besar untuk plasma. Artinya komitmen perusahaan untuk memberdayakan masyarakat sudah dijalankan,” tegasnya.

Kepala Bappeda juga menekankan pentingnya sinergi antara koperasi sebagai wadah petani dan perusahaan sebagai mitra.

“Kerja sama yang harmonis antara pihak koperasi dan perusahaan sangat dibutuhkan agar menciptakan hubungan yang saling menguntungkan,” katanya.

Menurutnya, keberhasilan program plasma tidak hanya ditentukan oleh perusahaan, tetapi juga oleh penguatan kelembagaan koperasi dan pemahaman petani.

Menyikapi banyaknya keluhan di media sosial terkait keberadaan perusahaan, Kepala Bappeda mengajak semua pihak melihat persoalan secara jernih.

“Di media sosial, kita kerap melihat keluhan masyarakat mengenai keberadaan perusahaan. Namun, saya kira kesalahan tidak mutlak berada di pihak perusahaan. Permasalahan sering muncul ketika status keanggotaan plasma hanya ada di atas kertas, tanpa pemahaman dan keterlibatan yang jelas,” jelasnya.

Dirinya meminta agar pengurus koperasi lebih aktif melakukan edukasi dan pendampingan kepada anggota agar tidak terjadi miskomunikasi.

Agus juga berpesan kepada pengurus koperasi agar menyampaikan kondisi yang sebenarnya kepada masyarakat terkait hasil panen perdana.

“Mohon kepada pihak pengurus untuk menjelaskan kepada masyarakat bahwa pada panen perdana ini hasil atau pendapatan yang diterima mungkin masih relatif kecil. Karena ini baru awal dan luasan yang produktif baru 205 Ha. Nanti akan terus meningkat seiring bertambahnya tanaman yang masuk produksi,” imbaunya.

Di akhir sambutan, Pemerintah Daerah menyampaikan apresiasi tinggi kepada PT BIA atas komitmennya membangun plasma.

“Pemerintah daerah menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT BIA. Semoga kemitraan ini terus berlanjut dan membawa manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Kapuas Hulu,” tutupnya. (*)

Penulis: Bayu Hary Widodo
Editor: Riki Okta Putra