MATTANEWS.CO, SEKAYU — Pemkab Muba terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) yang berkualitas bagi seluruh masyarakat.
Upaya tersebut dibahas melalui Rapat Forum Komunikasi Pemangku Kepentingan Kabupaten Musi Banyuasin dalam rangka pembahasan implementasi strategi penguatan rekrutmen dan reaktivasi peserta.
Rapat yang digelar di Ruang Rapat Randik, Kamis (10/9/2026), dipimpin Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemkab Muba, Ardiansyah PhD.
Dalam kesempatan tersebut, Ardiansyah menegaskan bahwa penguatan UHC tidak hanya berkaitan dengan capaian kepesertaan, tetapi juga memastikan masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan secara berkelanjutan dan berkualitas.
Menurutnya, sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mengoptimalkan kepesertaan, khususnya melalui strategi rekrutmen bagi masyarakat yang belum terdaftar serta reaktivasi peserta yang status kepesertaannya tidak aktif.
“Kita ingin memastikan masyarakat Muba tidak hanya terdaftar sebagai peserta, tetapi juga dapat mengakses pelayanan kesehatan ketika membutuhkan. Karena itu, strategi rekrutmen dan reaktivasi peserta harus dilakukan secara terarah dan berkelanjutan,” tegas Ardiansyah.
Ia mengatakan, pemerintah daerah perlu membangun koordinasi yang kuat dengan seluruh pihak terkait agar persoalan kepesertaan dapat ditangani secara cepat dan tepat.
“Forum ini penting untuk menyatukan langkah. Kita identifikasi apa yang menjadi kendala di lapangan, kemudian kita cari solusi bersama sehingga implementasi UHC di Kabupaten Muba benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ardiansyah juga mendorong agar pemutakhiran dan validasi data kepesertaan terus dilakukan. Hal ini dinilai penting agar program perlindungan kesehatan dapat menyasar masyarakat yang memang membutuhkan serta menghindari adanya masyarakat yang belum mendapatkan jaminan kesehatan.
“Data harus menjadi dasar. Kita perlu mengetahui siapa yang belum menjadi peserta, siapa yang tidak aktif, dan apa penyebabnya. Dari situ kita bisa menentukan langkah intervensi yang tepat,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia berharap hasil pembahasan Forum Komunikasi Pemangku Kepentingan tersebut dapat ditindaklanjuti oleh perangkat daerah dan pihak terkait sesuai dengan tugas dan kewenangannya masing-masing.
“Target akhirnya adalah masyarakat Muba mendapatkan perlindungan kesehatan yang optimal. Untuk mewujudkan itu, dibutuhkan komitmen dan kolaborasi semua pihak,” pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut turut hadir Kepala Disnakertans Muba Herryandi Sinulingga AP, Perwakilan BPKAD, Perwakilan BPKAD, Perwakilan Bapperida, dan Dinas Kesehatan.














