MATTANEWS.CO, JAMBI – Pemerintah Kota Jambi memperpanjang pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau sistem pembelajaran daring bagi seluruh satuan pendidikan jenjang TK/PAUD, SD, dan SMP. Kebijakan tersebut mulai berlaku Rabu (16/9/2026) sebagai langkah perlindungan kesehatan siswa di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap.
Perpanjangan PJJ dilakukan setelah kualitas udara Kota Jambi berada pada kategori sangat tidak sehat. Berdasarkan pemantauan Stasiun Air Quality Monitoring System (AQMS) Provinsi Jambi pada Selasa (15/9/2026) pukul 20.00 WIB, angka Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tercatat mencapai 234 dengan parameter PM2,5.
Kondisi tersebut menjadi dasar Pemerintah Kota Jambi untuk memperpanjang pembelajaran dari rumah bagi seluruh peserta didik pada jenjang TK/PAUD, SD, dan SMP. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut Surat Edaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Nomor 20 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Layanan Pendidikan pada Satuan Pendidikan di Daerah Terdampak Asap Kebakaran Hutan dan Lahan.
Selain itu, kebijakan tersebut mengacu pada Poin 4 Surat Edaran Wali Kota Jambi Nomor 28 Tahun 2026. Dalam ketentuan itu disebutkan, apabila indikator ISPU berada di atas angka 200 atau masuk kategori sangat tidak sehat, kegiatan pembelajaran tatap muka dialihkan menjadi PJJ berdasarkan pemberitahuan Dinas Pendidikan Kota Jambi.
Pemerintah Kota Jambi juga mengimbau orang tua dan wali murid untuk membatasi aktivitas anak-anak di luar rumah selama kondisi kualitas udara belum membaik. Penggunaan masker dan penerapan langkah perlindungan kesehatan juga diminta tetap diperhatikan.
Pemantauan kualitas udara akan terus dilakukan secara berkala. Hasil pemantauan tersebut menjadi salah satu dasar bagi Pemerintah Kota Jambi dalam menentukan penyesuaian pelaksanaan layanan pendidikan berikutnya.
Dengan perpanjangan PJJ ini, pemerintah berharap proses pembelajaran tetap berlangsung tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan kesehatan peserta didik selama kualitas udara Kota Jambi masih berada pada kondisi sangat tidak sehat.(*)














