MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (PORSENIJAR) PGRI Kabupaten Kapuas Hulu 2026 resmi berakhir. Wakil Bupati Kapuas Hulu, Sukardi, S.M., mewakili Bupati Kapuas Hulu menutup seluruh rangkaian kegiatan yang mempertemukan peserta dari berbagai kecamatan dalam kompetisi olahraga dan seni tersebut.
Penutupan berlangsung di Gedung Indoor Voli Putussibau, dihadiri jajaran Forkopimda, unsur pemerintah daerah, pengurus PGRI, para guru, hingga ratusan peserta. Senin (28/9/2026) malam.
Di hadapan para peserta, Sukardi menegaskan bahwa PORSENIJAR tidak boleh dipandang sebatas pertandingan untuk menentukan siapa yang menjadi juara.
Menurutnya, ada nilai yang jauh lebih penting yang harus dibawa pulang peserta, yakni pengalaman, sportivitas, persaudaraan, serta keberanian untuk terus mengembangkan kemampuan.
“PORSENIJAR bukan sekadar ajang kompetisi untuk meraih juara, melainkan wadah silaturahmi, pembinaan bakat, serta pembentukan karakter generasi muda yang sportif, kreatif, dan berdaya saing,” ujar Sukardi.
Ia memberikan apresiasi kepada pengurus PGRI, panitia, guru, peserta, dan seluruh pihak yang telah terlibat dalam pelaksanaan PORSENIJAR PGRI 2026.
Menurutnya, keberhasilan sebuah kegiatan tidak hanya ditentukan dari berlangsungnya pertandingan, tetapi juga dari nilai positif yang ditinggalkan setelah kompetisi berakhir.
Karena itu, kemenangan bukan satu-satunya ukuran. Peserta yang berhasil meraih juara diminta tidak cepat berpuas diri. Sementara mereka yang belum berhasil meraih prestasi diminta tidak menjadikan kekalahan sebagai akhir dari perjuangan.
“Jangan berkecil hati bagi yang belum meraih juara. Teruslah berlatih dan tingkatkan kemampuan, karena proses dan pengalaman yang diperoleh juga merupakan bagian penting dari sebuah prestasi,” tegasnya.
Pesan tersebut sekaligus menjadi penekanan agar PORSENIJAR tidak berhenti sebagai seremoni dan perebutan piala. Kompetisi diharapkan menjadi bagian dari proses pembinaan bakat yang terus berjalan setelah kegiatan selesai.
Bagi para pemenang, piala yang dibawa pulang menjadi penghargaan atas kerja keras.
Namun bagi seluruh peserta, pengalaman bertanding, berkompetisi, bertemu dengan peserta dari kecamatan lain, dan belajar menerima kemenangan maupun kekalahan menjadi modal yang tidak kalah penting.
“Melalui kegiatan ini, PGRI dan pemerintah daerah diharapkan terus memiliki ruang untuk mendorong pengembangan potensi generasi muda Kapuas Hulu, baik melalui olahraga maupun seni, “pungkasnya mengakhiri. (*)














