MATTANEWS.CO, SIDOARJO – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sidoarjo terus mengembangkan pembinaan kemandirian warga binaan di bidang peternakan. Peternakan ayam kampung Elba yang dikelola di dalam lapas mampu menghasilkan rata-rata 20 hingga 30 butir telur setiap hari.
Hasil tersebut berasal dari 41 ekor ayam petelur yang saat ini dipelihara dengan melibatkan satu orang warga binaan. Kegiatan peternakan menjadi bagian dari pembinaan keterampilan sekaligus mendukung ketahanan pangan di lingkungan lapas.
Pada Kamis (8/10/2026), kegiatan panen telur kembali dilakukan sebagai bagian dari rutinitas pengelolaan peternakan. Warga binaan yang terlibat bertanggung jawab terhadap pemberian pakan, perawatan ayam, kebersihan kandang hingga pengambilan telur.
Kalapas Kelas IIA Sidoarjo, Disri Wulan Agus Timo mengatakan kegiatan peternakan tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan.
“Peternakan ayam ini menjadi salah satu bentuk pembinaan kemandirian. Warga binaan belajar merawat ayam, menjaga kebersihan kandang, memberikan pakan hingga mengambil telur. Kegiatan ini memberikan keterampilan sekaligus pengalaman dalam mengelola usaha produktif,” ujarnya.
Menurutnya, produksi telur yang dilakukan secara rutin menunjukkan kegiatan pembinaan kemandirian dapat berjalan produktif dan berkelanjutan.
“Rata-rata 20 sampai 30 butir telur setiap hari menjadi hasil dari kegiatan yang dilakukan secara rutin. Kami akan terus mengembangkan potensi peternakan agar semakin produktif dan memberikan manfaat bagi ketahanan pangan di lingkungan lapas,” tambahnya.
Selain menghasilkan telur, kegiatan tersebut juga memberikan pengalaman praktis kepada warga binaan dalam mengelola peternakan. Keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.
Kegiatan peternakan ayam kampung Elba ini juga mendukung Program Strategis Akselerasi (STAR Proaksi) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, terutama dalam penguatan pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan.
Lapas Sidoarjo berkomitmen mengembangkan kegiatan produktif yang dapat memberikan keterampilan bagi warga binaan sekaligus menghasilkan manfaat nyata bagi lingkungan lapas.














