MATTANEWS.CO, MALANG – Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Jawa Timur memperkuat fondasi pembinaan atlet melalui peningkatan kapasitas dan profesionalisme pelatih. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) serta Penyegaran Pelatih Daerah 2026 yang menitikberatkan pada penguasaan teknik, pemahaman regulasi, penerapan sport science, dan pengembangan karakter kepemimpinan.
Berlangsung di SLB Pembina Tingkat Nasional Bagian C, Kabupaten Malang, pada 9–11 Oktober 2026, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan tenaga kepelatihan yang adaptif terhadap dinamika perkembangan taekwondo. Pembaruan kompetensi dinilai penting agar proses latihan dan pembinaan atlet di daerah berjalan semakin terukur, profesional, serta selaras dengan tuntutan kompetisi.
Wakil Ketua Umum Pengprov TI Jatim, Hendra Prastiyawan, membuka kegiatan tersebut dengan mewakili Ketua Umum Pengprov TI Jatim, Yusman Madayun. Dalam agenda ini, peserta memperoleh pembekalan yang dirancang untuk memperkuat kemampuan teknis sekaligus meningkatkan kualitas pelatih dalam menjalankan peran strategis di lingkungan olahraga prestasi.
Materi pada hari pertama mencakup kode etik dan perilaku pelatih olahraga yang disampaikan Sabemnim Arland. Peserta juga memperdalam Poomsae Recognize melalui pembelajaran teori dan praktik bersama Sabemnim Agus Ido.
Memasuki hari kedua, pembahasan diarahkan pada penerapan pendekatan keolahragaan modern. Moh. Amrullah Albaitomi, S.Pd., M.Pd., mengulas sport science dalam taekwondo, sedangkan Dr. Eka Kurnia Darisman, S.Pd., M.Pd., memberikan materi psikologi olahraga untuk memperluas pemahaman peserta mengenai aspek mental dalam pembinaan atlet.
Penguatan kompetensi teknis dilanjutkan melalui pembahasan Competition Rules Kyorugi dan Poomsae, baik kategori Recognize maupun Freestyle, bersama Sabemnim Alvan. Pada sesi berikutnya, peserta mengikuti Leadership and Business Mastery Coaching serta Fire Walk Experience yang dipandu Sabemnim Chandra P N sebagai bagian dari rangkaian pengembangan kepemimpinan dan mental.
Pada Minggu (11/10/2026), kegiatan difokuskan pada pendalaman teknik Kyorugi melalui materi dan praktik yang dibimbing Sabemnim Arland bersama Coach Lee Jun Woo. Rangkaian diklat kemudian diakhiri dengan ujian evaluasi dan upacara penutupan untuk menuntaskan seluruh agenda pembelajaran.
Hendra menegaskan bahwa kualitas pelatih menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan pembinaan atlet. Menurutnya, potensi yang dimiliki seorang atlet membutuhkan pendampingan yang tepat, disiplin latihan, serta penguasaan ilmu kepelatihan agar dapat berkembang secara optimal.
“Diklat dan penyegaran ini bukan sekadar agenda rutin organisasi untuk menggugurkan kewajiban. Ini adalah investasi strategis untuk masa depan Taekwondo Jawa Timur,” ujar Hendra, Minggu (11/10/2026).
Ia menjelaskan, perkembangan taekwondo berlangsung dinamis, terutama dalam hal peraturan pertandingan, strategi, metode latihan, dan pemanfaatan ilmu keolahragaan. Kondisi tersebut menuntut pelatih untuk terus memperbarui pengetahuan dan meningkatkan kompetensi agar mampu memberikan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan atlet.
“Para pelatih di tingkat daerah diimbau untuk selalu adaptif, memperbarui lisensi, dan menyelaraskan pemahaman teknis terkini agar atlet tidak dirugikan saat berlaga,” jelasnya.
Lebih jauh, Hendra menyampaikan bahwa penguatan sumber daya manusia kepelatihan perlu berjalan beriringan dengan pembenahan tata kelola organisasi. Pengprov TI Jatim turut mendorong modernisasi sistem pendataan terpusat sebagai langkah untuk memperkuat koordinasi dan mendukung pembinaan taekwondo yang lebih terarah di seluruh wilayah Jawa Timur.
Menurutnya, peran pelatih di tingkat dojang hingga Pengurus Kabupaten dan Pengurus Kota (Pengkab/Pengkot) tidak hanya terbatas pada peningkatan kemampuan atlet, tetapi juga mencakup identifikasi dan pengembangan bibit-bibit potensial. Dengan pembinaan yang konsisten dan berkesinambungan, proses regenerasi atlet diharapkan berlangsung lebih optimal.
Hendra juga mendorong para peserta memanfaatkan diklat sebagai ruang pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan praktik kepelatihan. Soliditas antarpelatih dinilai penting untuk membangun kesamaan pemahaman sekaligus memperkuat sinergi dalam memajukan prestasi taekwondo di Jawa Timur.
“Saya berharap ilmu yang didapat ini dapat diimplementasikan di daerah masing-masing dengan penuh integritas dan totalitas demi kemajuan prestasi Taekwondo Jawa Timur di kancah nasional maupun internasional,” pungkasnya.
Melalui program tersebut, Pengprov TI Jatim berharap peningkatan kompetensi pelatih dapat memberikan dampak nyata terhadap kualitas latihan dan pembinaan atlet di daerah. Penguasaan teknik, pemahaman regulasi, serta penerapan metode latihan yang semakin modern diharapkan menjadi modal penting bagi Taekwondo Jawa Timur untuk memperkuat daya saing dan melahirkan atlet berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.














