BeritaBERITA TERKININUSANTARA

TBBR Kapuas Hulu Apresiasi Kapolres, Melki: Mengakui Kesalahan Adalah Sikap yang Harus Dihargai

×

TBBR Kapuas Hulu Apresiasi Kapolres, Melki: Mengakui Kesalahan Adalah Sikap yang Harus Dihargai

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Ketua Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) Kabupaten Kapuas Hulu, Melki Belulux, angkat bicara menanggapi insiden yang melibatkan Kapolres Kapuas Hulu dengan seorang pemuda di Terminal Bus Kedamin, Putussibau, belum lama ini.

Melki menilai, peristiwa tersebut harus menjadi pembelajaran bersama. Menurutnya, setiap manusia tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan.

“Karena itu, persoalan yang telah terjadi hendaknya disikapi secara bijaksana dengan mengedepankan penyelesaian dan mencari jalan keluar terbaik, “kata Melki saat mintai tanggapannya.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap sikap Kapolres Kapuas Hulu yang telah mengakui kekhilafannya serta menunjukkan kesediaan untuk menyelesaikan persoalan tersebut melalui mekanisme hukum adat yang berlaku.

“Setiap manusia pasti tidak luput dari yang namanya kesalahan. Insiden yang melibatkan Kapolres Kapuas Hulu dengan seorang pemuda di Terminal Kedamin merupakan suatu bentuk kekhilafan seseorang. Ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua,” ujar Melki Belulux.

Menurut Melki, sikap Kapolres yang secara terbuka mengakui kekhilafan, menyampaikan permohonan maaf kepada korban dan keluarga, serta bersedia menjalani penyelesaian melalui hukum adat merupakan hal yang perlu dihargai dalam proses penyelesaian persoalan tersebut.

“Saya mengapresiasi sikap legowo Kapolres yang mengakui kesalahan atas kekhilafannya terhadap korban dan keluarga. Kapolres juga sudah menyatakan secara tegas siap untuk diadat sesuai dengan hukum adat yang berlaku,” ungkapnya.

Melki menegaskan, pengakuan terhadap kesalahan dan kesediaan mempertanggungjawabkannya melalui mekanisme adat merupakan bagian penting dalam membangun kembali hubungan baik antara pihak-pihak yang terlibat.

Ia berharap, penyelesaian persoalan tersebut dapat menjadi contoh bahwa setiap permasalahan tidak harus berujung pada pertentangan berkepanjangan.

Sebaliknya, ruang dialog, musyawarah, saling menghormati, dan penghargaan terhadap nilai-nilai adat perlu dikedepankan.

“Ini adalah bentuk kebesaran hati seseorang yang secara lugas dan tegas mengakui kesalahan serta siap menyelesaikannya secara adat. Ini menjadi pelajaran buat kita semua,” katanya.

Lebih lanjut, Melki mengajak seluruh elemen masyarakat agar tidak terus terjebak dalam polemik atas peristiwa tersebut.

Menurutnya, hal yang lebih penting saat ini adalah menjaga suasana tetap kondusif dan memastikan penyelesaian berjalan dengan baik sesuai ketentuan hukum adat yang berlaku.

“Terlepas dari masalah yang terjadi, kita tetap harus fokus pada penyelesaian, mencari jalan keluar ataupun solusi terbaik. Jangan sampai persoalan ini justru menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat,” tegas Melki.

Melki berharap, proses penyelesaian yang telah ditempuh dapat menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, menjaga keharmonisan, serta membangun hubungan yang lebih baik antara masyarakat dan aparat penegak hukum di Kabupaten Kapuas Hulu.

Dirinya juga mengingatkan bahwa nilai-nilai adat mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan, menghormati sesama, dan menyelesaikan persoalan melalui musyawarah demi terciptanya kedamaian bersama. (*)

Penulis: Bayu Hary Widodo
Editor: Riki Okta Putra