*Jika Menolak, Santri Disundut Api Obat Nyamuk
Reporter : Sandi
TULANG BAWANG, Mattanews.co –
Rahasia besar di Pondok Pesantren (Ponpes) yang ada di Kecamatan Dente Teladas terungkap. Pasalnya, dua santri ponpes tersebut ternyata menjadi budak nafsu sang guru ngaji berulang kali. Beruntung, Polsek Dente Teladas bertindak cepat mengamankan tersangka dari ancaman massa, Minggu (02/02/2020).
“Terungkapnya kejadian ini berawal dari salah satu santri yang menyelamatkan diri melapor ke polsek. Mendengar ceritanya, bahwa telah diperlakukan tidak baik, kami langsung melakukan penyelidikan dan meringkus tersangka WI (44) warga Kampung Pasiran Jaya, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang,” papar Kapolres Tulang Bawang, AKBP Syaiful Wahyudi melalui Kapolsek Dente Teladas AKP Rohmadi, kepada wartawan online media ini.
Kejadian berawal sejak Oktober 2018 lalu, dimana korban YI (14) dan NH (12), warga Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang merupakan santri atau pelajar ponpes tersebut.
“Modusnya tersangka ini mengancam korban YI saat sedang masak di dapur. Ketakutan, korban terpaksa mengikuti kemauan korban ketika di tarik ke kamar. Karena terus ketagihan, pelaku ini mengauli korban setiap tiga hari sekali,” ujarnya.
Beda lagi terhadap korban NH. Memang perlakuannya sama, mengancam korban untuk melayani seksnya.
“Untuk korban NH, tersangka mengancam dan melukai dengan sundutan api obat nyamuk, jika korban melawan permintaannya. Karena tidak tahan lagi, akhirnya korban NH kabur dari Ponpes dan melaporkan kejadian ini,” tukasnya.
Sampai saat ini, penyidik Polsek Dente Teladas masih terus melengkapi berkas perkara tersangka, terkait pencabulan terhadap anak dibawah umur.
“Tersangka masih terus dalam pemeriksaan intensif kami. Segera mungkin kami akan limpahkan berkasnya ke meja hijau,” tukas Kapolsek.
Editor : Selfy














