NUSANTARA

Anton Charliyan Ingatkan Ridwan Saidi, Jangan Sakiti Orang Sunda

×

Anton Charliyan Ingatkan Ridwan Saidi, Jangan Sakiti Orang Sunda

Sebarkan artikel ini

 

Reporter : Gian

TASIKMALAYA, Mattanews.co – Ciutan yang dilontarkan Ridwan Saidi soal kerajaan Galuh belakangan ini menuai kritikan dan kecaman banyak masyarakat, terutama masyarakat Kabupaten Ciamis.

Tokoh masyarakat Sunda kelahiran Tasikmalaya, Abah Anton panggilan akrab Irjen Pol (Purn) Dr H Anton Charliyan pun angkat bicara, saat ditemui dikediamannya di Tasikmalaya, dirinya tampak menyimpan rasa kesal, jengkel atas sikap yang dilontarkan Budayawan Betawi tersebut, Jumat (14/2/2020).

Abah Anton geram mendengar ucapan yang dilontarkan Ridwan Saidi lantaran menyebut di Ciamis tidak ada kerajaan, sehingga pernyataan tersebut kini menjadi polemik di masyarakat.

“Bung Saidi ini kami amati sudah dua kali bikin gara-gara dengan masyarakat Sunda. Saya ingatkan khusus kepada beliau, tolong jangan sakiti saudara saudara kami khususnya warga Sundan”, ungkapnya.

Mantan Kapolda Jabar ini mengakui, memang ilmu sejarah adalah ilmu sosial yang dinamis, tapi Ridwan Saidi diminta  jangan asal jeplak saja kalau bicara tentang sejarah.

“Karena masalah sejarah ini tidak hanya sekedar sebuah Science, tapi didalamnya sudah bercampur dengan ragam kehormatan, harga diri prestise , kebanggan, nasab keturunan, mithos ,  legenda , dan kepercayaan,” ungkapnya.

Menurut Abah Anton, seseorang boleh saja punya pendapat yang berbeda, tapi jangan juga merasa yang paling benar dan paling pintar sendiri.

”Sekarang kitapun sebagai masyarakat Sunda boleh juga bertanya kepada ridwan saidi, dia itu berbicara sesuai akademisi tidak? Jangan sampai berbicara dengan karangan, itu menista namanya,” ucapnya.

Abah anton menyesalkan atas predikat yang dimiliki saidi sebagai budayawan yang kerap mengkritisi tanpa dengan pedoman atau landasan teknik akademisinya.

“Makin tua sepertinya Bung saidi ini makin nyeleneh dan kontroversi saja. Kami juga mengingatkan dengan sangat, jangan buat masyarakat sunda yang dikenal ramah dan santun ini dibuat marah. Orang sabar kalau sudah marah tidak akan ada yang bisa nahan,” ujarnya.

Abah anton minta Saidi segera minta maaf kepada masyarakat Sunda.

“Ingat, ini pesan pesan saudara kami kepada saidi, ‘Kahade silaing ulah sakali sakali ngahudangkeun maung keur hees, bisi dikerekeb siah’ yang artinya awas jangan sekali kali membangunkan macan yang sedang tidur, nanti dimakan,” pungkasnya.

Editor : Selfy