Reporter: Muhammad Siddik
SERGAI, Mattanews.co – Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo berharap kelompok ternak di Serdang Bedagai memiliki kemampuan yang lebih baik lagi
Hal itu disampaikannya saat menghadiri Launching KOMANDAN (Sapi, Kerbau, Komoditas Andalan Negeri), serta Panen Pedet (Anak Sapi), di Kompleks Masjid Agung, Desa Firdaus Kecamatan Sei Rampah, Kamis (20/2/2020).
Dikatakan Syahrul, jika hanya melihat sapi 1000 – 2000 ekor adalah hal yang mudah dilakukan, akan tetapi untuk membangun kemauan, semangat membangun sebuah visi serta untuk menghadirkan sebuah daerah yang memiliki potensi yang memanfaatkan alam ini merupakan harga yang sangat mahal.
“Masyarakat Sergai sudah terbiasa dengan aroma pertanian, peternakan, perkebunan dan perikanan. Saya berharap 200 kelompok ternak di Sergai memiliki kemampuan yang lebih baik ke depannya,” katanya.
Sementara, Sekda Sumatera Utara, Hj. Sabrina menjelaskan, pembangunan pertanian di Sumut mempunyai peranan strategis dalam mewujudkan visi-misi Sumut 2018-2023 yaitu Sumut maju, aman dan bermartabat .
“Langkah-langkah strategis telah dilakukan, guna memotivasi para petani dan peternak untuk berinovasi dalam pengembangan peternakan dan pertanian sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Lanjutnya, untuk memenuhi kebutuhan pangan ternak telah dilakukan upaya peningkatan populasi dan produktivitas ternak, melalui optimalisasi berproduksi pada ternak sapi dan kerbau melalui kegiatan inseminasi buatan.
“Terkait dengan akses pembiayaan bagi pelaku usaha peternakan perlindungan dan pemberdayaan petani, telah dilakukan perbaikan infrastruktur peternakan dalam rangka meningkatkan populasi dan produktivitas ternak yang telah dicanangkan berupa program upaya khusus sapi dan kerbau induk wajib bunting (hamil) yang sudah dimulai sejak tahun 2017. Ini semakin dikuatkan lagi dengan program sapi dan kerbau komoditas andalan negeri atau SIKOMANDAN,” bebernya
Bupati Sergai, Soekirman mengatakan, beberapa tahun lalu di Sergai diadakan program sapi wajib berkembang biak, hingga pada hari ini hasilnya bisa dipanen pedet (anakan sapi).
“Oleh karenanya, melalui program ini satusaya berharap satu desa memiliki satu Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), sehingga dapat mencapai semua target yang telah direncanakan,” ujarnya.
Editor: APP














