NUSANTARA

Warga Jebu Laut Pertanyakan Transparansi Dana Dusun

×

Warga Jebu Laut Pertanyakan Transparansi Dana Dusun

Sebarkan artikel ini
Pertemuan pejabat dusun dan warga Dusun Jebu Laut untuk mempertanggungjawabkan kucuran Dana Dusun (Nopri / Mattanews.co)

Reporter : Nopri

PARIT TIGA, Mattanews.co – Rapat pertemuan warga Dusun Jebu Laut, Desa Kelabat, Kecamatan Parit Tiga Bangka Belitung, berlangsung ricuh.

Dalam rapat yang berlangsung di balai Dusun Jebu Laut, pada Jumat (20/03/2020) pagi, para warga yang hadir mempertanyakan perihal pertanggungjawaban panitia, terhadap dana dusun yang diperoleh dari sumbangan pihak ke tiga.

Menurut Imam, warga Dusun Jebu Laut, dirinya bersama warga yang lain mempertanyakan perihal pembangunan yang telah dilakukan oleh pihak dusun.

Terlebih dengan menggunakan dana sumbangan dari pihak ke tiga tersebut, tanpa adanya musyawarah terlebih dahulu dengan warga dusun.

“Sudah lama kita meminta pertanggungjawaban mereka, tapi baru terlaksana hari ini setelah kita desak terus,” ucapnya.

Mereka juga meminta pihak dusun untuk transparan, terkait pembangunan beberapa fasilitas yang menggunakan dana ini. Karena sebelumnya, pihak dusun tidak pernah bermusyawarah terlebih dahulu dengan warganya.

Selain tanpa kompromi terlebih dahulu ke warganya, bangunan fisik yang telah dibangun tidak sesuai dengan dana yang dikeluarkan.

Seperti perbaikan balai dusun yang dianggarkan sekitar Rp25 jutaan. Namun dengan anggaran tersebut, hasil rehab tidak sesuai dengan yang diharapkan.

“Itu hanya memperbaiki plafond serta menambah ketinggian dinding balai dusun sebanyak 2 bata lebih tinggi. Dan lucunya, tidak ada Rancangan Anggaran Belanja (RAB). Saat saya tanyakan, katanya baru mau dibuat. Kan pekerjaan sudah selesai tapi RAB baru mau dibikin,” ujarnya.

Warga Dusun Jebu Laut Wardini mengungkapkan, jika perihal pertanggungjawaban keuangan pada tahun 2016 lalu sebesar Rp98 juta.

“Pada era kepanitiaan dipegang oleh Yunaz, yang hingga saat ini belum ada pertanggungjawabannya,” katanya.

Hendri, selaku Bendahara Dusun Jebu Laut membantah apa yang dikatakan salah seorang warganya tersebut.

“Saya sebagai bendahara dusun, setiap ada permintaan dari warga, saya selalu komunikasikan dengan ketua panitia. Dan kita sudah sampaikan, setiap ada permintaan dana, apakah sudah di sosialisasikan terlebih dahulu,” ujarnya.

Menurutnya, pengajuan dana seperti rehab balai dusun, untuk proposal pembangunan sendiri diajukan langsung oleh Kepala Dusun (Kadus) Jebu Laut beserta ketua RT setempat.

Untuk rehab balai dusun, dirinya sudah bertanya kepada Kadus Jebu dan RT setempat, apakah rencana perbaikan ini sudah disosialisasikan terlebih dahulu kepada warga.

“Mereka menjawab sudah. Karena rehab balai ini pun demi kepentingan warga. Dan untuk pengeluaran dana, setelah dana saya keluarkan, saya tdk tahu menahu lagi urusan selanjutnya,” ungkapnya.

Editor : Nefri