Reporter : Selfy
PALEMBANG, Mattanews.co – Dua aktivis ternama Kota Palembang, Charma Afrianto dan Arifin Calender, menuntut Gubernur Sumatera Selatan dan Walikota Palembang
untuk menutup semua akses jalan keluar masuk kota maupun jalan perkampung. Selain itu, segeralah berlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), terkait bertambahnya pasien corona di Kota Palembang yang sudah mencapai 84 orang, Sabtu (18/04/2020).
Menurut Charma Afrianto, dengan bertambahnya 30 pasien terjangkit corona di Kota Palembang, tentu harusnya Pemerintah Provinsi maupun Walikota mengambil tindakan tegas, Lockdown.
“Disini kami belum melihat ada tindakan nyata dari Pemerintah Provinsi Sumsel ataupun Kota Palembang, untuk melindungi warga Sumsel, khususnya warga Kota Palembang. Saya menuntut agar segera melakukan karantina wilayah, serta memberlakukan PSBB. Tutup semua akses jalan, baik jalur apapun itu,” jelas Ketua DPW PPMI Sumsel itu.
Ditambahkan Charma Afrianto, jika ribuan nyawa menjadi taruhan barulah diberlakukan PSBB, percuma saja.
“Kami warga Muslim Sumsel tidak mau terganggu dalam kondisi ini. Oleh karena itu kami mendesak Gubernur dan Walikota untuk segera belakukan PSBB,” tukasnya.
Hal senada juga diungkapkan Arifin Calender, dimana menurutnya Pemerintah Provinsi maupun Kota Palembang, jangan terlalu banyak mengulur waktu dengan harus memenuhi persyaratan untuk melakukan PSBB. “Jangan sampai ribuan nyawa melayang, baru menerapkan PSBB, tidak ada gunanya sama sekali,” terang Ketua LSM MMK (Masyarakat Miskin Kota), ketika dibincangi wartawan online media ini.
Dengan menutup akses keluar masuk dan memasang portal di seluruh perkampungan, tentu lebih cepat memonitor pendatang baru maupun keluar masuk.
“Ya, mungkin perlu petugas Kepolisian dan TNI yang aktif dalam mengawasi jalan. Jadi, segeralah berlakukan PSBB,” tandasnya.
Editor : Selfy














