Reporter : Nopri
BANGKA BELITUNG, Mattanews.co – Jalan yang berada di Desa Sekar Biru, atau biasa disebut oleh warga Kecamatan Parit Tiga Bangka Barat Bangka Belitung sebagai Simpang Purba, biasanya ramai karena di sana berdiri belasan unit toko, kini menjadi sepi.
Hal ini disebabkan belasan unit los toko yang berada disana, kini telah di kosongkan oleh pemiliknya.
Bahkan kini, barisan toko yang berada disana kini telah terpasang pita mirip seperti police line.
Pengosongan ini berdasarkan surat somasi dari sebuah kantor hukum, kepada para pedagang di sana.
Agar segera mengosongkan lahan tersebut, terhitung sejak tanggal 18 maret hingga 24 maret 2020. Karena lahan tempat berdirinya belasan unit toko tersebut adalah milik PT. Timah.
Sukar, (67) salah seorang pemilik toko disana mengaku, dirinya merasa kecewa atas perintah pengosongan tersebut.
Karena selain telah mengeluarkan biaya untuk membangun toko disana, menurutnya lahan tersebut juga belum akan dipergunakan oleh PT. Timah selaku pemilik lahan.
“Saya tahu itu bukan tanah milik saya, dan saya juga tidak punya niat untuk memiliki lahan tersebut. Hanya untuk menumpang mencari nafkah saja,” ujarnya, Sabtu (25/4/2020).
“Jika nanti lahan tersebut benar-benar akan dipergunakan oleh PT. Timah. saya siap untuk membongkar. Tapi ini kan belum dipergunakan, hanya alasan mau dipagar saja,” ucapnya.
Kepala Desa Sekar Biru Erwin mengatakan, pihaknya tidak pernah mendapat surat tembusan terkait pengosongan lahan tersebut.
“Saya sama sekali tidak pernah mendapat surat tembusan terkait hal tersebut. Dulu tahun 2018 pernah orang dari PT. Timah datang ke kantor, memberitahukan bahwa lahan yg di bangun warga itu masih masuk lahan milik PT. Timah. Tapi hanya pemberitahuan secara lisan saja,” terang Erwin.
Diungkapkan Wawan, salah seorang warga Parit Tiga, dirinya menyayangkan perihal pengosongan toko tersebut.
Karena selain membuat jalan yang biasa ramai akan menjadi sepi, juga akan menambah angka pengangguran yang ada.
“Sayang ya, sekarang disana jadi sepi, padahal biasanya ramai. Apa lagi disaat susah seperti sekarang ini, dengan ditutupnya toko-toko tersebut, malah akan menambah jumlah pengangguran. Apa lagi sekarang setelah dikosongkan tidak langsung dibongkar, malah jadi jelek kelihatannya,” ujar pria yang berprofesi sebagai supir Damri ini.
Editor : Nefri














