Reporter : Mokhsen Rumeu
FAKFAK Mattanews.co – Kasus positif virus corona (Covid-19) pertama, ditemukan di Kabupaten Fakfak berdasarkan surat gugus tugas covid – 19, Provinsi Papua Barat nomor 234/SATGAS/V/2020 tertanggal 10 MEI 2020, terkait hasil pemeriksaan laboratorium Covid -19 di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Makassar.
Dimana pada pemeriksaan tahap pertama pada Kamis (23/04/2020) lalu, terhadap 70 orang yang dikarantina khusus, dengan hasil rapid tes menunjukan sebanyak 69 non reaktif covid-19 dan 1 diantaranya reaktif covid-19, dan terdapat 3 sampel yang dikirim ke Makasar.
“Dari hasil PCR terhadap 3 sampel yang kita kirim ke Makassar hasilnya baru keluar dan dinyatakan 1 positif Covid – 19, ujar kepala Dinas Kesehatan Gondo Suprapto didampingi Kepala RSUD Dr.Subhan Rumoning, saat converence Pers di posko satgas penanganan percepatan covid – 19,Minggu (10/5/2020) malam.
Dikatakan Gondo Suprapto dan Dr Suban Rumoning, yang keduanya merupakan juru
juru bicara pemerintah Fakfak terkait percepatan pencegahan dan penanganan covid-19 bahwa untuk saat ini terkait kondisi kesehatan positif Covid – 19 dalam keadaan sehat dan tidak ada gejala Covid – 19
“Kita berdoa semoga semuanya sehat dan sembuh dari penyakit tersebut” ucapnya.
Lebih lanjut dikatakan, untuk pemeriksaan tahap kedua terhadap 70 orang tersebut dilakukan pada hari Sabtu (2/05/2020), dan didapatkan 66 orang non reaktif dan 4 orang reaktif covid-19, yang terdiri dari 3 orang berjenis laki laki dan 1 orang berjenis perempuan.
“Untuk pemeriksaan tahap ke 3 dilakukan pada hari Jumat (5/5/2020), terhadap 65 orang yang dikarantina khusus di Diklat dan ditemukan 64 orang non reaktif, sedangkan 1 orang reaktif dari hasil rapid tes dengan jenis kelamin perempuan,” katanya.
Sedangkan untuk sampel dari dua orang yang reaktif dari rapid tes, sudah dilakukan pengambilan swab hari ini untuk diperiksa PCR di makassar.
Adapun Klarifikasi yang disampaikan Gondo atas ketidak terbuka dalam memberikan informas dari hasil PCR dari propinsi adalah tidak benar. prosedurnya adalah kami mengirimkan sampel swab PCR ke provinsi, dan dari provinsi mengirimkan ke Makasar begitupun sebaliknya.
“Dan kami menerima informasi resmi dari propinsi tadi sekitar jam 4 sore WIB, langsung dari ketua gugus tugas Covid – 19 Provinsi Papua Barat,” imbuhnya.
“Tentunya tidak sama sekali untuk kami menutupi segala data,” tutupnya.
Editor : Fly














