BERITA TERKINI

Struktur Rangka Baja Boiler Unit I Selesai Target Masuki Tahap Instalasi Boiler

×

Struktur Rangka Baja Boiler Unit I Selesai Target Masuki Tahap Instalasi Boiler

Sebarkan artikel ini

Reporter : Selfy

MUARA ENIM, Mattanews.co – Bertepatan dengan Hari Buruh International ke-130, lebih dari 100 orang pekerja dengan target 272 hari kerja, 5800 ton struktur material, pada tanggal 1 Mei 2020, telah melakukan pengangkatan balok plat besar rangka baja boiler unit I dan selesai dikerjakan. Hal ini diterangkan, Manajer EPC CHDHK Gu Qiucheng dalam keterangan persnya, Jumat (15/05/2020).

Pada bulan Maret 2020, saat masa epidemi mulai melanda Indonesia, muncul berbagai kebijakan yang menghambat konstruksi proyek Sumsel-8.

Dihadapkan dengan ancaman epidemi dan banyak kondisi yang tidak menguntungkan, manajemen proyek memutuskan untuk melaksanakan closed management yang mengakibatkan sumber daya pengerjaan stuktur rangka baja pada bangunan boiler unit I mengalami penurunan.

Menyikapi hal ini, Manajer EPC CHDHK Gu Qiucheng menegaskan setelah instruksi dikeluarkan, masing-masing unit segera mengambil tindakan untuk melaksanakan closed management terhadap karyawan konstruksi dan melengkapi kekurangan karyawan untuk pengerjaan struktur rangka baja pada bangunan boiler unit I.

Induk perusahaan juga segera mengambil tindakan dengan mengadakan beberapa rapat koordinasi untuk mempercepat produksi alat dan material yang sangat dibutuhkan pada pengerjaan konstruksi unit I, serta mengatur kapal untuk pengiriman barang.

Pada tanggal 19 April, Boiler unit I memulai pengangkatan beam, dalam kurun waktu 12 hari, 6 beam dengan total beban 474,6 ton, pengangkat mesin tunggal, pengangkat mesin ganda, perubahan kondisi kerja peralatan, koreksi kekosongan baut dan semua pekerjaan dilakukan dengan lancar.

Pada tanggal 1 Mei 2020, pukul 16:08 WIB, beam terakhir dengan berat 116,2 ton berhasil diangkat ke posisi yang ditentukan. Demi mewujudkan perubahan proses pengerjaan, maka perencanaan unit I memulai persiapan pengangkatan bidang pemanas (heating surface) dan penggabungan permukaan bidang pemanas.

Awal mula pengerjaannya tidak berjalan dengan lancar karena terkena dampak dari situasi epidemi. Karyawan tenaga kerja asing(TKA)yang awalnya direncakan untuk datang ke lokasi proyek tertahan di negara ketiga dan tidak dapat masuk ke Indonesia.

Hal ini menghambat mulainya pengerjaan pengelasan pada bidang pemanas. Menghadapi situasi ini, manajemen proyek Sumsel-8 secara aktif melakukan koordinasi dengan kedutaan dan konsulat untuk kepengurusan karyawan yang diperlukan untuk memasuki area proyek, di sisi lain, melakukan koordinasi dengan perusahaan Zhejiang Tenaga Pembangunan Indonesia (ZTPI) untuk memobilisasi karyawan konstruksi dari proyek lain di wilayah Indonesia untuk memenuhi kebutuhan konstruksi di tempat.

Pada akhirnya, high pressure welder didatangkan dari proyek lain wilayah Indonesia, dan pekerjaan pengelasan permukaan bidang pemanas selesai pada tanggal 21 April.

Setelah menyelesaikan permasalahan mendesak saat itu, masih perlu mempertimbangkan perkembangan pekerjaan selanjutnya. Permukaan bidang pemanas unit I yang perlu di las total 43000 titik.

Dalam masa pembatasan karyawan memasuki area proyek, sulit untuk melakukan pekerjaan selanjutnya. Jika masalah sumber daya manusia tidak dapat ditanggulangi, maka akan mengoptimalkan secara teknis.

Manajemen proyek Sumsel-8 mengorganisir lembaga desain, produsen peralatan dan unit konstruksi untuk mengadakan rapat koordinasi di China untuk membahas optimasi teknis yang dapat dilakukan guna mengurangi beban kerja pengelasan di proyek.

Setelah melalui beberapa rapat koordinasi, akhirnya melakukan optimasi rencana teknis dengan mengurangi area pengelasan menjadi total 38000 titik, ini merupakan kondisi yang baik untuk pekerjaan pengangkatan bidang pemanas boiler. Hingga saat ini, pekerjaan pengelasan di pipa air bagian depan boiler sudah mencapai 230 titik pengelesan dari total 461 titik, hal ini bertujuan untuk persiapan kondisi pengangkatan selanjutnya.

Ditambahkan Gusti Anggara Deputy Manager PT HBAP dalam situasi epidemi saat ini, proyek Sumsel-8 selalu berpegang pada standar ketentuan pencegahan epidemi perusahaan pusat dan menjunjung tinggi kebijakan pencegahan epidemi pemerintah Indonesia. Dengan tujuan pencegahan epidemi demi terwujudnya nol kasus terinfeksi virus dan keselamatan kerja tanpa adanya kecelakaan.

Sementara melakukan upaya pencegahan epidemi di lokasi proyek, secara aktif berkoordinasi dengan produsen sumber daya konstruksi yang dibutuhkan guna mencapai pembangunan proyek yang stabil dan terencana.

Bahwa penyelesaian pengangkatan beam pada boiler unit I adalah titik balik yang berarti tonggak sejarah bagi proyek, sebagai tanda bahwa penerimaan beam akan segera selesai yang berarti bahwa struktur rangka baja pada boiler unit I telah selesai dan akan memasuki tahap instalasi boiler.

Selanjutnya, proyek Sumsel-8 secara ketat mempertahankan langkah-langkah upaya pencegahan epidemi demi memastikan keamanan semua karyawan di dalam proyek. Sebagai proyek yang strategi pembangunan global pemerintahan Tiongkok melibatkan pembangunan infrastruktur dan investasi di 152 negara dan organisasi internasional di Asia, Eropa, Afrika, Timur Tengah dan Amerika.

Maka, Group Huadian melakukan investasi di proyek PLTU Mulut Tambang terbesar di Indonesia, dan mengedepankan kebijakan pemerintah daerah sebagai tanggung jawab untuk mempromosikan pengembangan bersama dari kedua belah pihak.

Secara aktif memainkan peran sosial dan kerja sama dengan masyarakat Indonesia untuk mengatasi kesulitan dan membuat Indonesia semakin bersinar.

Editor : Selfy