NUSANTARA

Warga Asal SBB, Dua Terkonfirmasi Positif Covid-19, dan Satu Hasil Rapid Test Reaktif

×

Warga Asal SBB, Dua Terkonfirmasi Positif Covid-19, dan Satu Hasil Rapid Test Reaktif

Sebarkan artikel ini

Reporter : Fitrah

MALUKU, Mattanews.co – Tiga warga asal Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Maluku, berdasarkan hasil Swab/PCR dua dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 dan satu dinyatakan reaktif berdasarkan hasil rapid test.

Kadis Kesehatan Kabupaten Seram Bagian Barat dr Anis Tapang menerangkan kedua yang positif tersebut warga SBB berinisial RA asal Kecamatan Seram Barat dan inisial S kecamatan Kairatu Barat Kabupaten SBB, serta warga berinisial WR yang juga pelaku perjalanan yang sudah di rapid test oleh Tim GTPP Covid-19.

“WR berada di Wayasel selama seminggu, kemudian ke Alune selama seminggu pula bersama suaminya kena strok dan meninggal, karena WR baru saja dari Ambon dan ada gejala batuk dengan itu dilakukan dirapid test dan hasilnya reaktif dan hari ini kita lakukan tracking terhadap orang – orang yang terkontak dengan WR,” terang dr Anis, saat konfrensi pers di lantai 2 kantor Bupati SBB. Rabu (27/05/2020).

“Dan informasi yang kita dapat, bahwa WR tinggal dan berjualan di batu merah dan kita tahu di batu merah itu daerah zona merah karena ada di situ positif,” sambungnya.

Dijelaskan Tapang, dua pelaku perjalanan yang positif terjangkit Covid-19 yang berinisial RA merupakan anggota TNI aktif. RA sudah tiga bulan berada di Suli untuk ikut pendidikan, karena libur RA memilih pulang ke Pelita Jaya, dan besoknya pagi RA melaporkan dirinya ke koramil Piru dan pada saat itu pula bertepatan dengan dilakukan rapid test terhadap 75 anggota TNI yang bekerja di gugus tugas yang ada di kecamatan, dari 75 anggota TNI yang di rapid test hasilnya Non Reaktif.

“Dan RA tidak punya nama dalam daftar rapid test bersama 75 anggota TNI tersebut, tapi hanya RA datang laporkan dirinya dengan keadaan Flu karena baru pulang dari kota ambon ,karena ambon masuk zona merah maka RA kami rapid test, setelah di rapid test hasilnya Reaktif,” jelas Tapang.

Sebelum di bawah ke rumah susun, tim GTPP Covid-19 sudah melakukan pengambilan swabnya, dan 4 hari kemudian hasilnya sudah keluar kemarin Selasa (26/5/2020) dari swabnya dinyatakan positif. Karena hasilnya positif maka dikembalikan ke RSUD Piru.

“RA sedang diisolasi di RSUD Piru untuk dapatkan perawatan dan diberikan obat anti virus dan dicek setiap hari oleh Tim dan dokter yang menangani RA dan kondisinya semakin membaik,” kata Anis.

Selanjutnya kata Anis, selain itu seorang mahasiswa asal desa Kamal berinisial S terkonfirmasi positif, namun belum pernah berhubungan dengan warga Kamal maupun warga SBB secara umum, karena belum sempat pulang ke SBB setelah melakukan perjalanan dari Makassar ke Ambon.

“Sampai di bandara S ditahan untuk di isolasi selama 14 hari di Balai Diklat, setelah 14 hari sebelum keluar dirapid test hasilnya reaktif, karena hasilnya reaktif kembali dipindahkan ke BPSDM tiga hari kemudian kembali dilakukan pemeriksaan swab/PCR hasilnya positif dan kondisi pasien sudah membaik dan hanya menunggu hasil selanjutnya untuk pastikan negatif atau positif dan sudah sembuh ataukah belum,” tutup Anis.

Editor : Fly