Reporter : Nasir
BANYUASIN, Mattanews.co – Penyalahgunaan narkotika di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), membuat Kalapas Kelas II A Banyusin melakukan tes urine ke seluruh pegawainya.
Tes dilakukan mendadak dengan menggandeng Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kabupaten Banyuasin.
Tes urine menggunakan delapan variabel,untuk mengetahui jenis narkoba yang digunakan.
Pegawai Lapas kelas II A Banyuasin ini awalnya tidak menduga, jika rapat intern yang dilaksanakan kemudian dilanjutkan tes urine, pada hari Selasa (16/6/2020).
Satu-per satu pegawai termasuk Kepala Lapas kelas II A Banyuasin, menjalani tes urine dengan pengawasan ketat dari BNK Kabupaten Banyuasin.
“Tak hanya pegawai tes urine ini juga dilakukan kepada narapidana terutama yang terjerat kasus narkoba diambil sample urinenya untuk dilakukan pengecekan,” ucap Kepala Lapas kelas II A Banyuasin Ronaldo Devici Talesa.
Dia mengungkapkan, tes urine mendadak ini dilakukan sebagai langkah pencegahan ataupun peringatan. Terutama untuk mendeteksi penyalahgunaan narkoba di lingkungan lapas.
Jika nantinya terbukti ada pegawai atau narapidana yang positif menggunakan narkoba, Kalapas Banyuasin tersebut akan memberikan tindakan tegas. Serta meminta BNK Banyuasin dan BNN untuk melakukan rehabilitasi.
Ria S Koordinator BNK Kabupaten Banyuasin, mengapresiasi langkah Kalapas Banyuasin yang secara rutin untuk melakukan tes urin untuk mencegah penyalahgunaan narkoba.
“Alat yang digunakan untuk memeriksa urine mempunyai delapan parameter termasuk jenis narkobanya. Jadi hasilnya lebih valid dan langsung bisa diketahui,” ujarnya.
Pemeriksaan urine ini rencananya akan terus dilakukan 2-3 bulan sekali, sebagai upaya nyata Lapas Banyuasin membersihkan Lapas dari bahaya narkoba.
Untuk pemeriksaan kepada napi kasus narkoba, dilakukan dengan ketat. Hasil urine diserahkan ke petugas, serta dilakukan pemeriksaan oleh petugas BNK Banyuasin.
Editor : Nefri














