BERITA TERKINIHUKUM & KRIMINALNUSANTARATNI DAN POLRI

Detik-detik Satlantas Bubarkan Balap Liar Putussibau: 13 Remaja Tertunduk Dibina, AKP Cahya Purnawan: “Jalan Raya Bukan Sirkuit “

×

Detik-detik Satlantas Bubarkan Balap Liar Putussibau: 13 Remaja Tertunduk Dibina, AKP Cahya Purnawan: “Jalan Raya Bukan Sirkuit “

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Langit Putussibau mulai gelap Rabu sore, 15 April 2026. Namun Jalan Lintas Utara menuju Kantor PUPR justru memanas. Deru mesin meraung-raung, knalpot brong memecah senja. Sekelompok remaja bersiap adu cepat di aspal umum, tak peduli nyawa sendiri dan orang lain.

Aksi itu terhenti ketika sirine Patroli Satlantas Polres Kapuas Hulu membelah kebisingan. Respon cepat atas laporan warga yang resah, polisi datang tanpa kompromi.

Kasat Lantas Polres Kapuas Hulu, AKP Cahya Purnawan, membenarkan anggotanya langsung bergerak begitu aduan masuk.

“Laporan masyarakat menyebutkan, sekelompok remaja hampir setiap sore menjelang malam kebut-kebutan di situ. Sangat membahayakan. Begitu dapat info, anggota langsung kami kerahkan ke lokasi,” ujar AKP Cahya Purnawan, Kamis 16 April 2026.

Tertunduk Malu di Bahu Jalan

Dari rekaman visual patroli, detik-detik penertiban terekam jelas. Petugas mendekati kerumunan dengan langkah tegas namun terukur. Tak ada ruang untuk kabur. Satu komando, 13 remaja itu langsung diinstruksikan berbaris rapi di bahu jalan.

Helm dilepas, kepala tertunduk. Malu, takut, campur jadi satu. Di hadapan mereka, anggota Satlantas berdiri tegap memulai “sekolah kilat” di pinggir jalan.

“Kurang lebih 13 remaja kami amankan. Kami data, kami bina di tempat. Tidak ada perlawanan. Mereka sadar salah,” tegas AKP Cahya Purnawan.

“Kalau Mau Balapan, Sana ke Sirkuit!

Di bawah sorot lampu kendaraan patroli, satu per satu remaja itu diceramahi. Nada tegas, tapi menasihati.

AKP Cahya Purnawan menyebut, anggotanya sengaja menggunakan bahasa yang mengena agar masuk ke kepala para remaja.

“Saya bilang ke anggota, sampaikan ke adik-adik ini, jalan raya itu bukan sirkuit. Kalau mau jadi pembalap, silakan. Tapi ada tempatnya, ada aturannya, ada pelindung badan. Kalau jatuh di aspal ini, yang pecah kepala kalian. Kalau nabrak ibu-ibu pulang pasar, nyawa orang melayang. Kalian mau tanggung jawab?” ucap AKP Cahya Purnawan menirukan arahan anggotanya di lapangan.

Mendengar itu, beberapa remaja hanya mengangguk pelan. “Khilaf, Pak. Cuma ikut-ikutan. Tidak lagi-lagi,” lirih salah satunya.

Bukan Sekadar Tilang, Tapi Selamatkan Nyawa

AKP Cahya Purnawan menegaskan, penindakan kali ini mengedepankan pembinaan karena pelaku masih remaja. Namun ia tidak menutup mata jika ditemukan lagi, tilang dan penyitaan kendaraan jadi opsi utama.

“Ini atensi kami. Balap liar angka fatalitasnya tinggi. Kami tidak mau kecolongan ada korban. Patroli rutin akan terus digencarkan, terutama di jam dan lokasi rawan,” katanya.

Selain patroli, Satlantas Polres Kapuas Hulu juga akan masuk ke sekolah-sekolah. Edukasi keselamatan berlalu lintas harus ditanam sejak dini.

“Kamseltibcarlantas itu tanggung jawab bersama,” tambah AKP Cahya Purnawan.

Pesan Keras untuk Orang Tua: Awasi Anak!

Kasat Lantas menitipkan pesan khusus bagi para orang tua di Kapuas Hulu. Menurutnya, benteng pertama mencegah anak terlibat balap liar adalah keluarga.

“Cek anaknya keluar jam berapa, sama siapa, motornya standar atau sudah jadi motor balap. Knalpot brong itu bukan keren, itu sumber masalah. Jangan nyesal kalau anak sudah tergeletak di IGD,” imbau AKP Cahya Purnawan.

Motor-motor yang tidak sesuai spesifikasi teknis telah didata. Kendaraan baru bisa diambil setelah dikembalikan ke standar pabrikan dan orang tua datang membuat pernyataan.

AKP Cahya Purnawan menutup pernyataannya dengan komitmen.

“Kami tidak akan beri ruang untuk balap liar di Kapuas Hulu. Ini soal nyawa. Mari kita jaga Bumi Uncak Kapuas sama-sama,” pungkasnya. (*)