Reporter: Yulie
PALEMBANG, Mattanews.co-Rapat koordinasi selamatkan rawa sejahterakan petani(serasi) menuju lumbung pangan dunia 2045 kementerian tahun anggaran 2018 diadakan hotel Aryaduta , Kamis (6/11).
“Saya mengajak Bupati walikota saya meyakini bahwa potensi pertanian bisa menekan angka kemiskinan secepat mungkin , potensi alam saya pelajari kita kelola dengan baik sumber daya manusia selama 4 bulan bisa menekan angka kemiskinan 8%.Komitmen ini kita bangun dari perda ahlifungsi, sumberdaya manusia begitu penting semangat petani harus kita jaga,”ungkap Gubernur Herman Deru disela kegiatan
Dikatakan HD, pada hari ini Sumsel berkomitmen dengan anggaran membeli langsung beras petani, pihaknya lebih menjaga petani bahwa mereka tidak pernah kita abaikan.
“Kita harus bersyukur punya anugrah dari Allah punya 2 ribu hektar lahan pertanian. Kita kalah dengan Jawa barat, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Sumatera utara, kita kembalikan citra kita,” ujar HD
Begitu banyak, lanjut HD kontribusi pemerintahan jika pihaknya jadi penyandang pangan, mampu tapi belum tentu mau. “Jika kita mau ada Rp.12 triliun akan menjadi pendapatan petani. Tanggal 7 -7 -2007 kita dicanangkan jadi lumbung pangan nasional.Sekarang kita berada diangaka 13,10% dari data nasional data kemiskinan,”bebernya.
Sementara itu, Andi Amran Sulaiman Menteri Pertanian menyampaikan bahwa pihaknya akan membangunkan lahan tidur di sumsel yg jumlahnya kurang lebih 500.000 hektar. Tahap pertama 200.000 hektar,Jika tahap pertama berhasil, itu pendapatan petani, pendapatan sumsel maka akanmeningkat sebesar 12 triliun. Ini merupakan rencana besar kami fokus serta merupakan perintah dari presiden.
“Kami diperintahkan untuk membangun lumbung pangan baru di Sumsel.Ini merupakan pertanian modern, bukan kompensional dan lainnya, dan ini gagasan bapak Presiden adalah operasi di koorporasikan. Kita mentranformasikan pertanian tradisional menjadi pertanian modern,pendapatan petani bisa naik tiga kali lipat,”katanya.
Lebih lanjut dia mengatakan, terkait keadaan tanah rawa, ini petanyaan yg menarik, setelah dua tahun melakukan penelitian kita mempunyai varitas baru yg cocok untuk daerah rawa tersebut dengan produksinya sebanyak 6 ton.Dulu para petani hanya produksinya 2 ton,
“Dengan veritas baru itu bisa diveritaskan daerah rawa tersebut.Varitas sudah kita coba tanam sebanyak 41.000 hektar di Sumsel dan Kalimantan Selatan sebagai barometer nya,”paparnya.
Lanjut Andi,rencana penamanannya sendiri sebanyak tiga kali namun ini terintregasi, bisa memelihara hewan seperti ayam, ikan, tanam sayur, tanam cabe tapi padinya tetap ada.Semua full mekanisasi modernya, bibitnya bibit unggul yang tumbuh, modelnya irigasinya juga modern.
“Kelembagaannya koperasi di koorporasikan layaknya perusahaan besar.Nanti juga ada direktur utamanya. Petaninya sendiri memiliki saham sebesar 49 persen.Tapi, jangan sampai salah pemahaman, seluruh harga gabah oleh petani 100 persen milik petani.
“Petani juga mendapatkan keuntungan yg selama ini tidak pernah mereka dapatkan yakni hilirnya, bisa 300 persen.Satu koorporasi itu bisa dapat 5000 hektar koperasinya,”ujarnya
Nanti juga, sambung dia pihaknya ada dirjen, bintang dua, polri, tni mendaftar semuanya.Nilai biayanya dulu bangun sawah 16-19 juta, sekarang hanya 5 juta per hektarnya.
“Karna kita membeli sharinh, membeli ekskafator pusat, beli solar, biaya operator, penggajian itu tugas Gubernur, untuk alat kembali ke pusat, jadi kita bagi tiga.Itu tahun pertama saja, tahun berikutnya otomatis berjalan dengan sendirinya dari koorporasi.”tandasnya.
Editor: Bang YF














