BERITA TERKINI

Pertamina Jamin Pasokan dan Distribusi BBM-LPG Aman Ditengah Pandemi Corona

×

Pertamina Jamin Pasokan dan Distribusi BBM-LPG Aman Ditengah Pandemi Corona

Sebarkan artikel ini

Reporter : Poppy Setiawan

JAKARTA, Mattanews.co– Direktur Logistik, Supply Chain dan Infrastruktur PT Pertamina (Persero) Mulyono Mengatakan Prioritas dan komitmen PT Pertamina adalah penyediaan dan pelayanan energi bagi seluruh masyarakat Indonesia, mulai dari sektor hulu sampai dengan pendistribusian BBM dan LPG ke pelosok Tanah Air, termasuk program BBM 1 Harga. Tenaga kerja yang langsung terlibat di dalamnya pun mencapai lebih dari 1,2 juta orang.

Hal tersebut dikatakan dalam acara Pelatihan untuk Media yang bertajuk “Bisnis Proses Migas dari Hulu ke Hilir, Skala Nasional dan Internasional“ yang digelar secara virtual oleh JSK Petroleum Academy, Sabtu (26/9/2020).

Pertamina mematuhi arahan Pemerintah untuk dapat mengurangi potensi paparan Virus Corona (Covid-19). Berbagai upaya telah dijalankan, Seperti pengecekan suhu tubuh bagi pegawai dan tamu, pembersihan dan penyemprotan disinfektan di area kerja, penyediaan masker dan hand sanitizer serta monitoring dan deteksi dini bagi karyawan yang telah melakukan perjalanan dinas ke negara lain yang memiliki risiko tinggi.

Menurutnya, setelah dikeluarkannya Surat Edaran kepada seluruh pekerja agar mengurangi aktivitas di luar kantor, menunda keberangkatan ke Luar Negeri, serta meningkatkan prilaku hidup sehat, Pertamina juga mengatur mekanisme dan pengelolaan penugasan pekerja, sehingga seluruh proses bisnis perusahaan tetap berjalan baik dan pelayanan kepada masyarakat tetap aman.

Tentunya hal itu sesuai dengan standar perusahaan, telah dilakukan pemetaan jenis pekerjaan tertentu yang tetap harus terus berjalan, dan tidak boleh berhenti serta pekerjaan yang dapat dilakukan dari rumah.

“Pertamina sangat memperhatikan dan berkepentingan untuk mengelola risiko serendah mungkin, di seluruh lini operasional Perusahaan terkait dengan potensi penyebaran Virus Corona (Covid-19). Namun Pertamina tetap berkomitmen untuk memastikan dan mengamankan ketersediaan energi nasional,” ujarnya.

Kendati harus menghadapi tekanan bisnis yang berat sepanjang pandemi, Pertamina berusaha untuk tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK), ketika perusahaan migas global lainnya melakukan PHK besar-besaran.

Bahkan Pertamina tetap menjalankan proyek-proyek strategis yang menyerap ribuan tenaga kerja, seperti di proyek pembangunan kilang RDMP & GRR serta proyek infrastruktur hulu dan hilir lainnya untuk membangun ketahanan dan kemandirian energi nasional.

“Langkah luar biasa ini adalah bentuk nyata Pertamina sebagai BUMN yang menjalankan amanah dan peran menggerakkan ekonomi Nasional, dan tidak hanya berorientasi profit semata,” ujarnya.

Menurut dia, Kinerja Laba Operasi dan EBITDA PT Pertamina tetap positif meski dihantam badai covid-19. Secara kumulatif dari Januari sampai dengan Juli 2020 mencapai US$1,26 milyar dan EBITDA sebesar US$3,48 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa secara operasional Pertamina tetap berjalan baik.

“Pertamina juga tetap komit untuk menjalankan penugasan dalam distribusi BBM dan LPG ke seluruh pelosok negeri serta menuntaskan proyek strategis nasional seperti pembangunan kilang,” jelasnya.

Tentu saja, kata dia, perbaikan kinerja tidak semudah membalikkan tangan, perlu proses dan perlu waktu. Sekarang ini, sudah terlihat dengan kerja keras seluruh manajemen dan karyawan, kinerja Pertamina mulai pulih kembali.

Mulyono juga menjelaskan upaya-upaya yang dilakukan Pertamina guna meningkatkan kinerja, diantaranya efisiensi belanja operasional (opex) dengan memotong anggaran hingga 30 persen, juga melakukan prioritasi belanja modal (capex) dengan sangat selektif hingga bisa lebih efisien 23 persen.

“Banyak sekali yang sudah dijalankan dan akan terus dilanjutkan untuk adaptasi dengan kondisi terkini. Kami melakukan renegosiasi kontrak, memitigasi rugi selisih kurs, tetap menjalankan operasional dan investasi untuk mempertahankan produksi hulu, meningkatkan strategi marketing dengan program diskon dan loyalty customer untuk meningkatkan pendapatan, mereview dan memperbaiki model operasi kilang dan lain-lainnya,” katanya.

Lebih jauh lagi, kontribusi Pertamina kepada masyarakat dan Negara juga tetap terjaga dengan baik. Selain tetap menjalankan kewajiban pembayaran dividen, penanganan penyebaran Virus Corona (Covid-19) juga menjadi prioritas.

“Dengan kontribusi total Pertamina Group mencapai hampir Rp900 miliar, Pertamina terdepan dalam memberikan bantuan kepada masyarakat termasuk membangun RS khusus Covid-19 dan fasilitas kesehatan lain yang menunjang, pemberdayaan UMKM juga mendapatkan porsi besar sehingga turut membantu pergerakan ekonomi kecil dan menengah untuk dapat bertahan ditengah kondisi sulit ini,” ujarnya.

Selain itu, tambah dia, kedepannya PT Pertamina (Persero) akan bekerja sama dengan Singapura agar dapat menyimpan stok Bahan Bakar Minyak-nya (BBM) di kilang milik Indonesia. Dengan disimpannya stok BBM Singapura di Indonesia maka secara hitungan itu akan masuk menjadi stok nasional, meskipun masih milik Singapura.

selama ini impor BBM kita memang masih dari Singapura, sehingga akan kami jalin kerja sama yang tentunya menguntungkan dari segi efisiensi distribusi.

“Kami akan beli BBM jangka panjang dengan Singapura, tapi kami minta stok BBM-nya disimpan di Indonesia. Itu hanya disimpan di Indonesia tapi nanti cost-nya akan dibayar oleh suplier (Singapura),” tuturnya

Ia menjelaskan lokasi penyimpanan direncakan nantinya di Tanjung Sekong. Meskipun itu hanya dititipkan, namun sudah termasuk dalam kontrak pembelian jangka panjang dengan Indonesia atau secara sistem disebut Supplier Held Stock (HSS).

Mulyono menjelaskan keuntungan dari Supplier Held Stock (HSS) bahwa dapat meningkatkan ketahanan stok BBM nasional karena sudah berada di perairan Indonesia. Kedua, dapat menurunkan biaya distribusi dan stok. Ketiga, tidak terdapat capex atau investasi modal di awal project. Selanjutnya, mengurangi lag time atau waktu tunggu selama pengadaan stok dan meningkatkan fleksibilitas penggunaan stok.

Namun, Mulyono belum menyebutkan secara terperinci jumlah kapasitas kontrak jangka panjang yang akan dibeli dari Singapura.

Editor : Poppy Setiawan