NUSANTARA

Kabut Tangkuban Perahu dan Kopi dalam Kemasan

×

Kabut Tangkuban Perahu dan Kopi dalam Kemasan

Sebarkan artikel ini

Reporter: M.Taufik

BANDUNG, Mattanews.co – Memiliki ketinggian 2.084 meter dari permukaan laut, membuat udara gunung Tangkuban Perahu terasa sejuk, untuk Taufik (35) warga Asahan Sumatera Utara, yang pelesiran ke wisata andalan Kabupaten Bandung Barat itu.

Keringnya kulit tangannya saat turun dari mobil “elf” yang membawa Taufik dari parkiran bis menuju Puncak tangkupan perahu, tak ia hiraukan, karena sibuk menyelesaikan rasa ingin tahunya tentang pesona dari gunung yang berstatus masih aktif dan selalu dalam pengawasan Direktorat Vulkanologi Indonesia.

“Mirip di Berastagi dekat kampung ku ini udaranya,” jelas Taufik sambil fokus ke arah telunjuk pedagang aksesoris, yang mengarah pada sebentuk gunung yang mirip perahu terbalik. Namun di Desember ini, kabut tebal menutup pandangan wisatawan seperti Taufik untuk melihat gunung legenda itu, dan hanya sesekali kawah terlihat, itu pun tak sampai 1 atau 2 menit. Seakan gunung itu masih ingin menyimpan pesonanya untuk Taufik kembali lagi.

“Ada kopi racik, teh?, kopi giling sendiri khas Bandung?” katanya, saat mampir ke warung gorengan di antara kios-kios pedagang baju dan aksesoris. “Tidak ada atuh bang, kebetulan hari ini saya ga bawa, cuma ada ini, yang dalam kemasan,” jelas Ani (56).
Akhirnya dengan sedikit kecewa Taufik memesan kopi kemasan tanpa diaduk, karena ia memang penikmat kopi tanpa gula.

Lewat obrolan sekitar 25 menit itu, Taufik akhirnya paham dari si pedagang itu, bahwa bulan ini. Memang tangkupan perahu sering berkabut tebal dan suhu biasanya sampai 12 derajat celsius. Angin kencang itu beberapa hari yang lalu sempat menerbangkan seng-seng kios di sana, namun sudah ada perbaikan kemarin.

Editor: Fly