[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Klik Disini Untuk Mendengarkan Berita”]
Reporter : Gian
MATTANEWS.CO, KOTA TASIKMALAYA – Sosok Ma Eroh, ialah seorang wanita perkasa bermental baja, yang dengan kelemahannya bertekad membelah gunung. Usahanya sungguh mencengangkan bagi lingkungan di sekitarnya. Namun, kondisi keluarga Ma Eroh kini setali tiga uang. Kisah Ema pendekar pembelah cadas dan bukit ini, juga makin tak dikenali masyarakat.
Wanita berjasa yang jarang ada duanya ini, ialah penerima penghargaan Kalpataru pada tahun 1988 sebagai perintis lingkungan yang dengan gigih dan kerja kerasnya memapas bulit. Ialah sosok yang menjadi bintang di tulisan maya ini.
Ia memecah lereng tegak di tebing cadas, di wilayah lereng Gunung Galunggung, demi memperjuangkan cita-citanya mendapatkan saluran.

Wanita yang hanya mengenyam pendidikan sampai kelas III SD ini, kala itu hanya menggunakan cangkul dan balincong (sejenis linggis pendek) untuk mengebor tebing cadas.
Kemudian Mak Eroh melanjutkan membuat saluran air lanjutan sepanjang 4,5 kilometer mengitari delapan bukit dengan kemiringan 60 – 90 derajat dan pengerjaannya dibantu oleh warga desa sekira 19 keluarga, dengan kurun waktu sekitar 2,5 tahun, impian Ma Eroh akhirnya terwujud.
“Ia wanita yang tanpa pamrih, tidak merasa mewakili suatu golongan atau partai namun berguna bagi rakyat. Bandingkan dengan anggota dewan kita, yang gembar-gembor mencalonkan diri mengatasnamakan rakyat dan berjanji muluk-muluk,” kata Eman salah satu warga Cipedes Kota Tasikmalaya ketika bincang di salah satu rumah makan di Tasikmalaya Rabu (20/1/2021).
Eman menambahkan, melihat kinerja para pemimpin saat ini sangat memprihatinkan. Jauh berbeda dengan apa yang Ma Eroh lakukan.
“Jujur, jika Ma Eroh mencalonkan menjadi anggota DPR atau Presiden, saya akan menjadi orang terdepan yang mencoblos dan memilih beliau. Karena jasa beliau nyata dan ada, bukan janji-janji yang tidak ditepati,” tandasnya.
Kini, berkat jasanya yang berhasil membuat terorowangan pada sebuah bukit untuk mengalirkan air pada sawah warga, Tugu Mak Eroh dan berdiri kokoh dan dapat disaksikan siapapun yang berkunjung ke alun-alun Kota Tasikmalaya. Menghadap ke arah selatan dengan tangan menunjuk sambil memanggul bendera bertuliskan Kalpataru.
Selain patung Mak Eroh, pada tugu juga dihiasai berbagai relief. Di sebelah sisi barat, relief menggambarkan suasana shalat berjamaah. Di samping kiri kanannya relief aktifitas belajar mengajar.
Di bilik tugu sebelah utara relief menggambarkan pria dan wanita yang sedang bekerja keras dengan otot-otonya yang kekar sambil memegang belincong. Relief tugu sebelah utara menggambarkan alam priangan yang sedang disinari matahari terang. Sedangkan relief bilik selatan mengambarkan kelompok warga yang sedang membuat kerajinan payung geulis, membatik dan mengerjakan kerajinan anyaman.
Relief-relief tersebut seperti ingin menceritakan bagaimana kehidupan masayarakat Tasikmalaya yang memiliki segudang kerajinan. Hingga kini yang tercatat produk kerajinan unggulan Tasikmalaya yakni, Payung Geulis, Kelom Geulis, Batik Tasik dan kerajinan anyaman mendong dan bambu.
Editor : Chitet














