MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Dalam suasana haru dan penuh kesedihan, menyelimuti ruang aula Kepolisian Resort Kapuas Hulu.
Pagi pukul 09 .00 Wib Kamis 31 Desember 2025 lantunan doa dari lintas agama di penghujung tahun.
Doa bersama satukan hati, satu doa untuk Sumatera kuat Indonesia Maju menjadi tema.
Momentum bersejarah bagi masyarakat Kapuas Hulu untuk bersatu dalam doa dan kepedulian bagi saudara-saudara mereka di Sumatera yang tengah dilanda bencana.
Dihadiri oleh sekitar 32 peserta dari berbagai unsur, termasuk Forkopimda, TNI-Polri, tokoh agama, dan masyarakat.
Mereka berkumpul untuk memanjatkan doa dan harapan bagi korban bencana.
Wakapolres Kapuas Hulu Kompol Muslimin menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan doa lintas agama tersebut.
Muslimin menegaskan bahwa momentum ini menjadi simbol kuat persaudaraan dan persatuan di tengah keberagaman.
“Kita berkumpul bukan sebagai penganut agama yang berbeda, melainkan sebagai saudara sebangsa yang memiliki satu tujuan, yakni memohon rahmat Tuhan Yang Maha Esa demi keselamatan, kesejahteraan, dan kemajuan bangsa, khususnya bagi masyarakat Sumatera yang saat ini tengah mengalami musibah,” ungkapnya.
Menurut Muslimin, tema yang diangkat memiliki makna mendalam, dimana kerukunan dan toleransi antara umat beragama merupakan kunci utama dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Kabupaten Kapuas Hulu sendiri menjadi contoh nyata kehidupan masyarakat yang harmonis, saling menghormati, dan bergotong royong dalam menjaga keamanan serta mendukung pembangunan daerah, “ujarnya.
Muslimin jelaskan pembacaan doa lintas agama dilakukan oleh para pemuka agama agama Islam, Katolik, Kristen, Hindu, dan Konghucu.
“Kita panjatkan doa untuk keselamatan, kedamaian, kekuatan, serta pemulihan bagi masyarakat yang terdampak bencana, sekaligus untuk kemajuan Indonesia, “tuturnya
Muslimin berharap, melalui kegiatan doa lintas agama ini, Polres Kapuas Hulu berharap dapat semakin mempererat persatuan, menumbuhkan semangat toleransi.
“Serta memperkuat solidaritas nasional sebagai wujud kepedulian bersama untuk bangkit dari musibah menuju Indonesia yang lebih maju dan sejahtera,” pungkasnya.














