Alex Noerdin Jadi Saksi dalam Sidang Dugaan Korupsi Hotel Swarna Dwipa

Augie Naik Inova, Mobil Tahanan untuk Angkut Berkas Saja

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Sidang perkara dugaan korupsi rancang bangun Hotel Swarna Dwipa yang menjerat dua orang terdakwa Augie Bunyamin dan Ahmad Tohir yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 3,6 milyar, kembali di gelar di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, dengan agenda menghadirkan beberapa orang saksi diantaranya Mantan Gubernur Sumsel yaitu Alex Noerdin yang saat ini tengah menjalani hukuman di Rutan klas I A Pakjo Palembang dalam perkara yang berbeda, Selasa (13/12/2022).

Sidang di ketuai oleh Majelis Hakim Sahlan Efendi SH MH, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) gabungan dari Kejati Sumsel dan Kejari Palembang dan dihadiri oleh kedua terdakwa Augie Bunyamin dan Ahmad Tohir secara langsung serta dihadiri saksi baik secara langsung maupun secara virtual.

Saksi-saksi yang dihadirkan oleh tim JPU antara lain Alex Noerdin, Syarifudin, Mukti Sulaiman, Junaidi dihadirkan secara virtual, sedangkan dua saksi Heri selaku MK di PT.Buah Bumi, Marwah Fansori selaku mantan Sekretaris Badan Pengawas BUMD dihadirkan langsung dimuka persidangan.

Dalam keterangannya salah satu saksi Heri selaku MK di PT. Buah Bumi mengatakan berkas ditandatangani pada bulan Juni 2019 dan saya mendapat perintah dari Sarifudin, pekerjaan fisik hanya mencapai 33,5 persen berbeda dengan yang ada dalam laporan mingguan, pada minggu ke 42 pekerjaan mencapai 55,6 persen.

“Saya sempat diperintah Syarifudin untuk penandatanganan berkas pada bulan Juni tahun 2019,” ungkap Heri

Dalam fakta persidangan Majelis Hakim sempat mengatakan saksi Heri selaku MK dari PT Buah Bumi ini terlibat namun tidak ditetapkan tersangka.

Bacaan Lainnya

Sementara itu dalam fakta persidangan Alex Noerdin saat memberikan kesaksiannya mengatakan, pembangunan Hotel Swarna Dwipa tersebut untuk mendukung pagelaran pekan olahraga Asian Games tahun 2018 yang dihadiri oleh para atlet dari beberapa negara.

“Dan sebagai Gubernur tugas saya bukan hanya mengawasi pekerjaan ini saja makanya ada badan pengawas semestinya JPU menanyakan pada yang bersangkutan/badan pengawas dan untuk mendukung terlaksananya pekan olahraga tersebut Pemerintah Provinsi Sumsel sempat memberikan anggaran sebesar 20 milyar,” ujar Alex

Majelis Hakim memerintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk menghadirkan badan pengawas dan BPKAD pada persidangan kedepan.

“Hadirkan saksi dari badan pengawas dan BPKAD karena ini penting,” ujar majelis.

Sementara itu tim Jaksa Penuntut Umum saat diwawancarai awak media seusai sidang mengatakan, untuk agenda kedepan kami akan rapatkan kembali terkait siapa-siapa saja yang akan dijadikan saksi dan kemudian akan kami lanjutkan pemeriksaan ahli untuk mempercepat persidangan, terkait tidak hadirnya Isak Mekki hari ini tidak ada pemberitahuan ke kami selaku JPU mungkin kepada pimpinan kami.

“Kami akan memanggil Isak Mekki yang pada saat itu menjabat sebagai Wakil Gubernur Sumsel dan selaku Ketua Badan Pengawas dalam perkara dugaan korupsi rancang bangun Hotel Swarna Dwipa dan akan melakukan pemanggilan kepada Pihak BPKAD selaku pengangaran,” ungkap Tiara

Untuk Informasi saat meninggalkan ruangan persidangan kedua terdakwa tidak dibawah menggunakan mobil tahanan namun kedua terdakwa dibawah menggunakan mobil Innova bewarna hitam, sementara itu mobil tahanan untuk mengangkut berkas.

Dalam perkara ini Perbuatan kedua terdakwa disangkakan pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 UU No. 31 tahun 1999 Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana telah diubah menjadi UU No. 20 tahun 2001 tentang UU No. 31 tahun 1999, Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait