Ali Musa : Informasi Penggunaan Dana BOS Sekolah di OKI Tidak Transparan

  • Whatsapp

MATTANEWS.CO, OKI – Adanya dugaan penyalahgunaan anggaran dana BOS di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), membuat sejumlah sekolah tertutup dalam memberikan informasi. Hal ini diungkapkan Jaringan Pendamping Kinerja Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir, Ali Musa, kepada wartawan online media ini, Jumat (24/9/2021).

Bacaan Lainnya

“Semestinya sekolah-sekolah di Kabupaten OKI ini dapat transparan dalam penggunaan dana BOS. Namun, fakta dilapangan terbukti, disaat wartawan atau LSM hendak menggali informasi anggaran, pihak sekolah justru berlindung dengan lembaga tersebut. Inilah yang menimbulkan tanda tanya,” ujarnya.

Disamping itu, lanjut Ali Musa, dengan adanya lembaga ini, publik pun sempat mengkhawatirkan. Bukan tidak mungkin sekolah terpaksa mempersiapkan anggaran ekstra. Mengingat, kebutuhan pendampingan hukum tersebut tidak lepas dari penyertaan kebutuhan biaya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Kayuagung, Anis Joko, sebagai Ketua Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (KKKS) SMA, ketika dikonfirmasi media ini, tidak ada respon.

Menanggapi hal tersebut, Direktur LBH Alumni Musi Bersatu, Achmad Azhari, SH menjelaskan, peranan dirinya sebagai pendampingan hukum di sekolah sebagai tanggung jawab pemenuhan akreditasi hukum yang dilakukan dengan menerapkan sistem layanan cuma-cuma (Pro Bono).

Bantuan hukum Pro Bono yang dimaksud Azhari yakni, pengacara atau advokat yang menangani perkara tersebut secara langsung dengan tanpa menerima upah jasa meliputi jasa pemberian konsultasi hukum.

“Selain itu juga menjalankan kuasa, mewakili, mendampingi, membela dan melakukan tindakan hukum lain untuk kepentingan pencari keadilan bagi yang tidak mampu. Setahu kami kepengunaan dana BOS di sekolah-sekolah ini sudah cukup transparan. Jika ingin pembuktian, bisa langsung di cek website resmi diknas dan semua orang dapat mengaksesnya,” terangnya.

Dijabarkan Achmad Azhari, sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Kabupaten Ogan Komering Ilir, tidak pernah dipungut biaya sepeserpun.

“Tercatat ada 11 SMA dan 13 SMK di Kabupaten OKI yang terikat kerjasama dengan LBH Alumni Musi Bersatu. Sejauh ini, kami tidak pernah menarik biaya dari pihak sekolah, sesuai dengan amanat kemenkumham,” jelasnya.

Dikatakan Achmad Azhari, hadirnya LBH Alumni Musi Bersatu di Kabupaten OKI, untuk dapat mengedukasi masyarakat dalam pendidikan dan pendampingan hukum sekolah.

“Jika memang ada kepsek yang merasa dirugikan, silahkan kasih tahu kami, siapa orang yang tarik dan siapa penerima. Jika memang terbukti, pasti kami akan mengambil sikap, karena sejauh ini kami tidak pernah menerima atau meminta dana dari sekolah-sekolah,” tukasnya.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait