BERITA TERKINIHEADLINEhomeNUSANTARAPEMERINTAHANTNI DAN POLRI

Amankan Puluhan Balon Udara Selama Lebaran 2025, Kapolres Tulungagung Apresiasi Polsek Jajaran dan Stakeholder Terkait 

×

Amankan Puluhan Balon Udara Selama Lebaran 2025, Kapolres Tulungagung Apresiasi Polsek Jajaran dan Stakeholder Terkait 

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG- Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Tulungagung Polda Jawa Timur Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Muhammad Taat Resdi mengapresiasi Polsek jajaran dan stakeholder terkait.

Apresiasi itu diberikan atas kinerja Polsek jajaran selama Lebaran 2025 berhasil mengamankan puluhan balon udara di beberapa wilayah hukum Polres Tulungagung.

Hal itu dikatakan Taat lebih kerap disapa dalam konferensi pers ungkap kasus balon udara selama Lebaran 2025 di halaman Mapolres Tulungagung, Kamis (10/4/2025).

“Dari data kami tercatat ada sebanyak 39 balon udara yang berhasil diamankan. Balon udara tersebut diamankan dari beberapa wilayah hukum Polres Tulungagung diantaranya di Polsek (Kecamatan) Pakel 11 buah, Bandung dan Besuki masing-masing 10 buah, Gondang 5 buah, Boyolangu 2 buah dan Kauman 1 buah,” ucap Taat dihadapan awak media.

“39 Balon udara yang kami amankan ini terdiri dari 14 Balon udara yang sudah diterbangkan dan 25 balon udara yang belum diterbangkan,” imbuhnya.

Menurut Taat, pihaknya sangat serius dalam menangani kasus balon udara di wilayah hukum Polres Tulungagung, mengingat dampak dari balon udara dapat mengancam keselamatan masyarakat dan fasilitas umum.

Adapun balon udara yang diamankan ini, sambung Taat, terdiri dari berbagai ukuran, bahkan ada yang mencapai 25 meter dan itu juga dilengkapi petasan atau mercon.

“Jadi bisa dibayangkan resikonya jika Balon udara tersebut jatuh di pemukiman warga tentu sangat membahayakan,” ujarnya.

“Wilayah Kecamatan Bandung merupakan salah satu titik yang menjadi perhatian karena ada kejadian yang signifikan yakni insiden di Desa Gandong yang menyebabkan ledakan petasan dari balon udara dan ini viral dan mengakibatkan kerusakan material serta melukai dua warga. Kerugian ditaksir mencapai Rp 100 juta,” sambungnya.

“Untuk Barang Bukti yang berhasil diamankan petugas meliputi mercon dengan ukuran besar dan kecil yang belum meledak, serta peralatan yang digunakan untuk menerbangkan balon udara. Dalam razia

balon udara kami bersama tim gabungan dari TNI, Polri, petugas PLN, dan masyarakat. Dan hasilnya kita telah mengamankan sebanyak 16 orang pelaku, dengan rincian tujuh pelaku sudah dalam proses penyidikan dan sembilan orang lainnya dalam pembinaan,” katanya menambahkan.

Lebih lanjut Taat menjelaskan tindakan tersebut merupakan bagian dari upayanya dalam rangka untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus memberikan efek jera terhadap pelaku.

“Kami akan terus bersinergi dengan instansi terkait lainnya yaitu dengan melakukan edukasi kepada warga masyarakat yang harapannya agar tradisi balon udara bisa dimodifikasi menjadi lebih aman,” terangnya.

Kepada para pelaku akan dikenakan pasal-pasal terkait, yaitu Pasal 1 Ayat (1) UU Darurat RI No. 12 Tahun 1951 tentang bahan peledak, Pasal 421 Ayat (2) UU RI No. 1 Tahun 2009 tentang penerbangan, dan Pasal 406 KUHP tentang perusakan barang.

Lebih dalam Taat memaparkan ia menghimbau kepada masyarakat untuk tidak menerbangkan balon udara liar karena berpotensi membahayakan keselamatan lingkungan.

“Tentunya kami dari Polres Tulungagung sangat mengapresiasi kepada instansi terkait dan masyarakat yang telah ikut berperan dalam pelaporan dan penanganan kasus ini,” tandasnya.

Tempat sama, Manajer Perusahaan Listrik Negara (PLN) Madiun, Iksan menyampaikan apresiasi atas kinerja dari Polres Tulungagung yang berhasil mengamankan 39 balon udara selama Lebaran 2025.

Untuk itu, kata dia, pihaknya selalu meminta bantuan kepada aparat dan pemerintah setempat untuk bersama sama mencegah hal-hal yang bisa menyebabkan gangguan di transmisi.

“Di tahun ini kami yang bekerja sama dengan Polres Tulungagung dan Polsek jajaran bisa menghindari adanya gangguan balon udara dan Alhamdulillah untuk wilayah Tulungagung zero gangguan,” katanya.