Reporter : Rachmat Sutjipto
OGAN KOMERING ILIR, Mattanews.co – Bupati Ogan Komering Ilir Iskandar secara resmi menyatakan, jika Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan (Sumsel) meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko penularan virus corona, di wilayah Bumi Bende Seguguk.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKI Sumsel pun langsung membentuk Satuan Tugas atau Gugus Tugas yang secara intens akan dikomandoi oleh BPBD Kabupaten OKI Sumsel.
“Gugus Tugas agar melakukan upaya antisipasi Covid-19. Salah satunya dengan melakukan identifikasi dan pendataan warga Kabupaten OKI yang mengalami indikasi klinis Virus Corona. Maupun mempunyai histori perjalanan ke luar negeri atau wilayah lain yang terjangkit dalam kurun waktu 2 minggu ini,” kata Iskandar saat memimpin rapat antisipasi penanganan Covid-19 di Kayuagung, Selasa, (17/3/2020).
Khusus kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) dan puskemas di Kabupaten OKI Sumsel, Iskandar meminta pemantauan penuh terhadap tren keluhan Demam Berdarah dan ISPA.
Untuk gejala-gejala klinis Covid-19, harus dipantau Puskesmas dan pusat layanan kesehatan. Termasuk keluhan-keluhan ISPA atau DBD agar dipantau. Mengingat gejala klinis DBD dan ISPA mendekati gejala klinis terserang virus corona.
“Jadi perluas pengawasan terhadap pasien yang ada di pelayanan kesehatan tingkat bawah,” ucapnya.
Kepala Dinkes Kabupaten OKI Iwan Setiawan mengungkap, pihaknya terus melakukan upaya preventif penyebaran virus corona di Bumi Bende Seguguk. Sejak Januari lalu ada empat orang yang baru pulang dari China ditetapkan sebagai Orang Dalam Pantauan (ODP).
“Setelah dilakukan pemantauan rutin selama empat belas hari, yang bersangkutan sehat dan tidak menjukkan gejala. Penyakit DBD dan ISPA belum ada peningkatan di bulan Januari maupun bulan Februari,” ucapnya.
Direktur RSUD Kayu Agung T. Mirda Zulaikha mengatakan, pasien ISPA maupun DBD yang ditangani pihaknya tidak menunjukkan gejala klinis terserang COVID-19.
“Pasien ISPA tidak ada yang menuju radang paru-paru atau pneumia. Namun kita awasi rutin terhadap pasien yang baru saja bepergian dari daerah yang epedemi Corona,” ujarnya.
Editor : Nefri














