Antusias Kader Pada Lomba Hatinya PKK Tingkat Kabupaten Purwakarta

MATTANEWS.CO, PURWAKARTA – Lomba Hatinya Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) tingkat Kabupaten Purwakarta sudah berlangsung kurang lebih dua Minggu dan memasuki tahap akhir, kemungkinan pada bulan Februari nanti. Hal itu disampaikan Ketua Tim Penilai TP-PKK Kabupaten Purwakarta Hj.Iyus Permana melalui Staf Ahli TP- PKK Tini Rostini, Kamis (26/01/2023) saat melakukan kunjungan ke Desa Cirangkong, Kecamatan Cibatu, Purwakarta.

Tini menuturkan dasar penilaian adalah Hatinya PKK yang pilot projectnya ada dikebun. Sesuai dasar surat dari PKK provinsi Jawa Barat dan kegiatan ini sifatnya berjenjang. Pihaknya pada saat ini tengah melakukan penilaian tingkat kabupaten, dimana nanti juara terpilih akan kita ikut sertakan dalam lomba tingkat Provinsi Jawa barat.

“Yang dinilai kemungkinan. Nanti pada bulan Februari. Untuk itu kita sesegera mungkin harus cepat selesai, karena kita harus segera mendapatkan nominasi terbaik untuk dilombakan pada ditingkat provinsi Jawa Barat,” ujarnya.

Satu hal terpenting bagaimana masyarakat memanfaatkan halaman rumahnya untuk tanaman-tanaman yang berguna. Seperti tanaman bumbu, tanaman obat, dimana pada saatnya nanti dibutuhkan tidak harus mereka beli.

“Karena itu yang memiliki halaman harus dimanfaatkan, kalau lahannya sempit bisa mengunakan media pot,” kata dia.

Lanjut Tini, kegiatan lomba ini diikuti oleh 17 Kecamatan yang ada di Kabupaten Purwakarta, dimana satu kecamatan mengirimkan satu perwakilannya, yakni satu Desa.

“Dari semua itu nanti kita akan ambil yang terbaik,” ujar Tini lagi.

Sementara, Tim Penggerak (TP) PKK Kecamatan Cibatu Dewi Lestari Kosim mengatakan apa yang disampaikan oleh pihak TIM PKK Kabupaten benar adanya, yang dilombakan adalah Hatinya PKK.

Bacaan Lainnya

Hatinya PKK yaitu halaman bersih, indah dan asri itu dimana tanaman obat didalam pot (Tabulapot), dan tanaman didalam pekarangan (Tabulaka) dapat dimanfaatkan.

“Jadi ibu ibu tidak harus membeli kebutuhan ya kepasar jauh-jauh, namun bisa mengambil di halaman rumahnya,” ucap Dewi.

Dirinya berharap kedepan dimulai hari ini semua masyarakat dapat mengikutinya, serta memiliki Tabulapot atau Tabulaka dimasing-masing rumahnya khusunya untuk tanaman obat-obatan.

“Jadi kalau sakit tidak mesti harus konsumsi obat kimia. Kalau menang ya Alhamdulillah, pastinya kemenangan itu akan dipertahankan serta didambakan setiap peserta yang mengikutinya,” tukas Dewi.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait