BERITA TERKINI

Bappeda Litbang Banyuasin Survei Kondisi Jembatan Penghubung Rantau Bayur

×

Bappeda Litbang Banyuasin Survei Kondisi Jembatan Penghubung Rantau Bayur

Sebarkan artikel ini

Reporter : Nasir

BANYUASIN, Mattanews.co Pentingnya infrastruktur jalan dan jembatan dalam pembangunan suatu daerah di Banyuasin, menempatkan bagian infrastruktur ini sebagai vital poin dalam kerangka pembangunan wilayah ini.

Erwin Ibrahim selaku Kepala Bappeda Litbang Banyuasin memerintahkan jajarannya, untuk melakukan Survey Kondisi salah satu Jembatan Penghubung Rantau Bayur.

Serta melihat potensi perekonomian daerah itu, jika jembatan ini siap dilaksanakan pembangunannya. Karena berpotensi besar bagi perekonomian dan menghubungkan dua wilaya yang di pisahkan oleh sungai.

“Pelaksanaan survei ini sesuai dengan instruksi Bupati Banyuasin beberapa hari yang lalu, terkait survei potensi konektivitas jalur perekonomian masyarakat, pembuatan jembatan Rantau Bayur,” ucapnya melalui Iwan salah satu staff bidang infrastruktur pengembangan wilayah Bappeda Banyuasin, Sabtu (9/5/2020).

Survei yang diwakili oleh Staff Bidang Infrastrutur Pengembangan Wilayah BAPPEDA Banyuasin, Iwan Adi Ratmoko, Angga Atmawardhana, Andry Agustinus Umbara,dan Noviansyah,telah selesai dilaksanakan dengan lancar.

Dalam perjalanan survei terdapat di seberang jembatan (selatan) persis di depan jembatan terbentang lahan rawa yang sangat luas dan belum dimanfaatkan, kedalaman lahan rawa tersebut sekitar 3-4 Meter.

“ini rawa yang belum dimanfaatkan, sangat disayangkan jika hanya dibiarkan seperti ini. Rencananya lahan rawa ini kedepan akan kita kaji lebih dalam agar bisa dijadikan berbagai macam peluang, ya misalnya lahan pertanian atau pariwisata,” ujarnya.

Selain terdapat lahan rawa yang luas, jika dillihat ke sebelah barat dari jembatan, terdapat jalan yang sudah dicor yang telah dibangun oleh program PNPM.

Serta dana desa yang menghubungkan desa tebing Abang dan Desa Rantau Bayur juga ada beberapa ruas jalan yang rendah, dimana jika hujan akan terendam air.

Dari desa Rantau Bayur langsung menuju Desa Muara Lematang, Desa Sungai Rotan dan Desa Petar Luar Muara Enim dan beberapa Desa sampai simpang jalan raya Sukarami.

Serta dapat menuju ke Kabupaten PALI, kota Prabumulih dan Muara Enim.

Setelah disurvei dan dilalui, mulai dari jembatan Rantau Bayur sampai ke jalan raya Sukarami dan juga jalan raya lintas Prabumulih sekitar 60 km.

Untuk kesebelah timur jembatan rantau bayur menuju semuntul, kondisi jalan yang telah ada baru mencapai Desa Pagar Bulan yang kemudian terhenti.

Karena ada anak sungai Musi yang membentang luas sekitar 20 Meter, dari Desa Pagar Bulan menuju Kemang Bejalu dan Desa Semuntul ini, diperlukan sekitar 4 jembatan penghubung yang rata rata panjang bentangnya sekitar 20 meter.

“Mungkin perlu dibuat kajian dan DED agar jembatan tersebut dapat diwujudkan, karena dari semuntul dapat menuju Palembang dan Ogan ilir,” katanya.

Di antara Desa Pagar Bulan ke Kemang bejalu sudah ada jalan perusahaan yang dapat langsung menuju ke jalan raya Prabumulih, dengan panjang jalan kurang lebih 25 Kilometer.

Dan ini dapat menjadi jalur transportasi yang sangat strategis jika jembatan penghubung jembatan Rantau Bayur-Pagar Bulan-Kemang Bejalu dapat diwujudkan.

“Pembangunan jembatan penghubung sangat efektif untuk di wujudkan, selain untuk mempermudah akses perjalanan tentunya dengan adanya jembatan penghubung ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Sekitar 4 jembatan penghubung yang rata rata panjang bentangnya sekitar 20 meter, yang mungkin kedepan perlu untuk dikaji.

“Insya allah kita akan usahakan dan akan kita ajukan hasil survei ini ke Bupati, mudah-mudahan dapat segera terealisasikan,” ungkapnya.

Editor : Nefri