Bawaslu OKI Tantang Masyarakat Buktikan Kecurangan Penyelenggara Pemilu

MATTANEWS.CO, OKI – Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Ogan Komering Ilir mendorong peran aktif masyarakat dalam mewujudkan seleksi penyelenggara pemilu bebas dari pelanggaran atau kepentingan politik tertentu lainnya.

Ketua Bawaslu OKI, Ihsan Hamidi mengungkapkan kendati media sosial dipenuhi berbagai bentuk kecurangan dalam seleksi Panitia Pemungutan Suara (PPS), namun ia mengatakan akan berjalan percuma bila tanpa pengaduan secara resmi dari masyarakat, pihaknya belum dapat berbuat banyak dalam bertindak.

“Hingga saat ini kami belum menerima laporan dan hanya menerima info atau kabar terkait kecurangan dari pemberitaan di media ataupun di media sosial,” ujarnya.

Padahal menurut dia, tahapan seleksi penyelenggara pemilu ini sendiri merupakan momentum untuk segera melaporkan beragam indikasi kecurangan yang terjadi di lapangan. Menurutnya, Bawaslu OKI tentunya akan segera memberikan tindakan, bahkan sampai tingkat penegakan hukum pidana,

“Bukan hanya sanksi administratif, jerat sanksi pidana pun dapat dikenakan dengan menyesuaikan temuan tindak pelanggarannya,” terangnya.

Sepanjang ini, menurut Ihsan, pengaduan yang kerap masuk di instansinya hanya berjalan di awal saja. Disaat hendak masuk penyidikan, dengan beragam alasan tertentu, justru pelapor sendiri merasa enggan untuk diteruskan lebih lanjut. Padahal menurut dia, kerahasiaan identitas pelapor mendapat perlindungan dari pihaknya,

“Sering juga masuk laporan ke pihak kami yang kemudian justru tidak dilanjutkan pelapor itu sendiri. Hal itu terjadi disaat kami membutuhkan informasi rinci terkait dugaan pelanggaran yang dimaksud,” jelasnya.

Disini kami sangat mempermudah bagi para pelapor, jika ingin memasukan pengaduan. Jika tidak bisa datang secara langsung ke kantor Bawaslu OKI, bisa juga melalui via handphone dengan menghubungi nomor 0852-6923-2319 atau 0821-7994-9492,

Bacaan Lainnya

“Jika memang adanya temuan mengenai pelanggaran administrasi, penyuapan dan sebagainya, terkait penyelenggaraan pemilu tinggal laporkan saja. Apa lagi jika adanya temuan penyuapan agar dapat lolos menjadi PPS, itu jelas bisa dipidanakan,” tandasnya.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait