Belasan Pedagang Jualan Pakaian Dalam di Depan Kantor DPRD Kota Blitar

  • Whatsapp
Para pedagang menggelar aksi damai di depan kantor DPRD Blitar Jatim (Robby / Mattanews.co)
Para pedagang menggelar aksi damai di depan kantor DPRD Blitar Jatim (Robby / Mattanews.co)

 

MATTANEWS.CO, BLITAR -Sebanyak 12 orang pedagang yang tergabung dalam Pedagang Stadion Blitar Bersatu (PSBB), menggelar aksi damai di depan kantor DPRD Blitar Jawa Timur (Jatim), Rabu (30/6/2021).

Bacaan Lainnya

Aksi damai mereka cukup unik. Mereka menggelar lapak dagangannya, dengan berjualan pakaian, pakaian dalam, makanan, dan minuman.

Mereka nekat melakukan aksi damai tersebut, karena diputuskontrakkan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Blitar, selaku pengelola Stadion Soepriadi Kota Blitar.

“Kami sebenarnya ada 15 pedagang, tapi yang tiga sudah diselesaikan secara adat. Tahu kan, secara adat itu bagaimana,” ungkap Koordinator PSBB Yulianti, di depan Kantor DPRD Kota Blitar.

Yulianti menjelaskan, mereka sudah diputuskontrakkan sejak tanggal 22 Februari 2021 lalu. Mereka sengaja berjualan di depan kantor DPRD Blitar, setelah tidak memiliki tempat sekaligus menyampikan aspirasi mereka pada wakil rakyat.

Dalam aksi damai tersebut, para pedagang juga membawa spanduk bertuliskan seperti ‘Pak Wali Ojo Meneng Ae, Staffmu Mbajing’, yang artinya ‘Pak Wali Jangan Diam Saja, Staffmu Diam-dian Nakal’ dan ‘DPRD Kota Blitar Harus Menjadi Wakil Rakyat Yang Baik dan Benar’.

Wanita berambut ikal ini mengatakan, para pedagang sebelumnya sudah menggelar audensi baik dengan eksekutif dan legislatif, namun belum ada hasilnya.

Ia bersama para pedagang lainnya, menuntut adanya rekomendasi dari Komisi II DPRD Blitar, untuk menyelesaikan persoalan ini dengan bijak.

Diungkapkannya, penyebab putus kontrak dengan kios di stadion tersebut, karena kiosnya telah dikelola oleh orang lain atau dikontrakkan ke pihak ketiga. Terlebih saat pandemi Covid-19, mereka harus memutar otak supaya dapat bertahan hidup.

“Pedagang itu bukan PNS, yang digaji setiap bulan, tapi mencari untung dari Rp 50 hingga Rp 200 untuk dapat bertahan,” ujarnya.

Pedagang juga menyayangkan, tidak ada surat peringatan untuk mereka, dan langsung memutus kontrak. Apalagi kunci kios juga, sudah diminta oleh pihak pengelola yakni dari pihak Dispora Kota Blitar.

Aksi ini mendapatkan sambutan dari Komisi II DPRD Blitar. Para wakil rakyat langsung menjumpai pedagang di trotoar. Mereka mengajak para pedagang, untuk menyelesaikan persoalan di dalam kantor DPRD Blitar.

Anggota Komisi II DPRD Blitar Mohamad Hardita Magdi mengaku, sudah memberikan rekomendasi pada Dispora Kota Blitar.

“Rekomendasi itu berisi agar Dispora Blitar mengembalikan kios pada pedagang lama,” katanya.

Selain itu, pedagang juga tidak diperbolehkan meminjamtangankan kios, yang sudah diperoleh pada pihak ke tiga.

Rekomendasi tersebut juga sudah disetujui Ketua Komisi II DPRD Blitar dan akan diberikan pada Dispora Kota Blitar.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait