BeritaBERITA TERKININUSANTARA

Belum Dua Tahun, Talut di Lorong Asrama PALI Jebol Usai Hujan Deras, Warga Pertanyakan Kualitas Pekerjaan

×

Belum Dua Tahun, Talut di Lorong Asrama PALI Jebol Usai Hujan Deras, Warga Pertanyakan Kualitas Pekerjaan

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALI – Kondisi talut di Lorong Asrama, Kelurahan Talang Ubi Utara, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), menjadi sorotan setelah mengalami kerusakan hingga jebol.

Bangunan yang diperkirakan belum berusia dua tahun tersebut dilaporkan roboh sekitar satu minggu sebelum pemberitaan ini diterbitkan, setelah wilayah setempat diguyur hujan deras.

Kerusakan itu memunculkan pertanyaan dari masyarakat mengenai kualitas konstruksi, kesesuaian pekerjaan dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), serta pengawasan proyek ketika pembangunan dilaksanakan.

Warga setempat, Fahri, mengatakan talut tersebut mengalami kerusakan setelah hujan deras mengguyur kawasan Lorong Asrama.

“Diguyur hujan deras satu minggu yang lalu talut tersebut mengalami jebol atau roboh, dan kami mempertanyakan kualitas bangunan tersebut apakah sudah sesuai RAB, masak baru diguyur hujan sebentar sudah jebol,” ujar Fahri, Kamis (5/11/2026).

Menurutnya, kerusakan bangunan yang relatif baru tersebut patut menjadi perhatian pihak terkait. Sebab, talut dibangun sebagai infrastruktur penunjang lingkungan yang diharapkan mampu bertahan dan memberikan perlindungan bagi masyarakat.

Warga Pertanyakan Kualitas dan Pengawasan Proyek

Jebolnya talut tersebut bukan hanya menyisakan kerusakan fisik bangunan, tetapi juga memunculkan pertanyaan mengenai proses pelaksanaan proyek.

Masyarakat berharap pihak terkait dapat menjelaskan apakah konstruksi telah dikerjakan sesuai spesifikasi teknis, mulai dari kualitas material, kedalaman pondasi, hingga metode pengerjaan di lapangan.

Selain itu, fungsi pengawasan selama proses pembangunan juga perlu menjadi perhatian.

Pasalnya, talut merupakan salah satu infrastruktur yang berkaitan dengan keselamatan lingkungan. Kerusakan pada bagian konstruksi berpotensi menimbulkan persoalan lebih besar apabila tidak segera ditangani, terlebih ketika curah hujan meningkat.

Karena itu, diperlukan pemeriksaan teknis untuk mengetahui penyebab pasti kerusakan tersebut. Kesimpulan mengenai ada atau tidaknya ketidaksesuaian pekerjaan tidak sepatutnya ditarik sebelum dilakukan pemeriksaan terhadap kondisi bangunan dan dokumen proyek.

Dinas PUTR PALI Belum Berikan Tanggapan

Untuk memperoleh penjelasan dan memenuhi prinsip keberimbangan pemberitaan, wartawan MATTANEWS.CO telah berupaya mengonfirmasi persoalan tersebut kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten PALI.

Konfirmasi disampaikan melalui pesan WhatsApp ke nomor yang bersangkutan pada Jumat (6/11/2026) pukul 06.18 WIB.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh tanggapan atau penjelasan dari pihak Dinas PUTR PALI.

Belum adanya jawaban tersebut membuat sejumlah pertanyaan mengenai proyek talut itu masih belum terjawab, terutama terkait tahun pembangunan, nilai anggaran, pelaksana pekerjaan, konsultan pengawas, serta spesifikasi teknis konstruksi.

Padahal, informasi tersebut penting untuk menjelaskan bagaimana proyek dilaksanakan dan pihak mana yang bertanggung jawab apabila ditemukan ketidaksesuaian pekerjaan.

Perlu Pemeriksaan Teknis dan Evaluasi

Menyikapi kerusakan tersebut, diperlukan langkah konkret dari pemerintah daerah melalui instansi teknis terkait.

Pemeriksaan lapangan perlu dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab jebolnya talut, termasuk kemungkinan faktor konstruksi, kondisi tanah, sistem drainase, maupun pengaruh curah hujan.

Dokumen perencanaan dan pelaksanaan proyek juga perlu diperiksa untuk memastikan kesesuaian antara pekerjaan di lapangan dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.

Apabila hasil pemeriksaan menemukan adanya ketidaksesuaian atau kelalaian, pihak yang bertanggung jawab harus diminta melakukan perbaikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Transparansi mengenai anggaran, pelaksana proyek, dan pengawasan juga menjadi bagian penting dari pertanggungjawaban penggunaan keuangan daerah.

Warga Menunggu Penjelasan Pemerintah

Kerusakan talut di Lorong Asrama menjadi pengingat bahwa pembangunan infrastruktur tidak cukup hanya dinilai dari selesainya pekerjaan.

Kualitas konstruksi, ketahanan bangunan, serta manfaatnya bagi masyarakat harus menjadi ukuran utama keberhasilan sebuah proyek yang dibiayai melalui anggaran publik.

Warga tentu berharap talut tersebut segera diperiksa dan diperbaiki agar kerusakannya tidak semakin meluas serta tidak membahayakan masyarakat di sekitarnya.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten PALI, khususnya Dinas PUTR, diharapkan memberikan penjelasan terbuka mengenai persoalan tersebut.

MATTANEWS.CO tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Dinas PUTR PALI maupun pihak pelaksana proyek untuk menyampaikan penjelasan terkait pembangunan dan kerusakan talut di Lorong Asrama.

Sebab, uang yang digunakan untuk membangun infrastruktur merupakan anggaran publik. Masyarakat berhak mengetahui bagaimana anggaran tersebut digunakan dan memastikan hasil pembangunan benar-benar memberikan manfaat sebagaimana mestinya.

Penulis: Santo
Editor: Riki Okta Putra