Reporter : Edo
Sulawesi Barat, Mattanews.co – Jebolnya Bendungan Kayuangin, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene Sulawesi Barat (Sulbar) diduga dikarenakan gempa tahun lalu.
Hal itu disampaikan oleh pihak Satuan Kerja Pejabat Pembuat Komitmen (Satker PPK) BWS III Sulselbar Salehe.
“Terkait degan masalah jebolnya bendung karena bendung memang sudah mengalami retak pasca gempa tahun lalu, itu yang menjadi pemicu terjadinya patahan,” kata Salehe, Rabu (22/1/2020).
Dia juga menyebut faktor hujan yang mengguyur wilayah hulu sungai tersebut, menjadi penyebab lainnya.
Padahal, bendungan yang dibangun tahun 2013 dengan anggaran ratusan miliar ini, menggunakan sistem multiyears contract. Dimana, sistem ini setiap tahun PPK menerima suntikan dana Rp10 miliar.
“Terkait dengan masalah jebolnya bendung karena pengaruh hujan ekstrim di hulu yang menyebabkan tiba-tiba banjir kemarin malam,” ungkapnya.
Untuk sementara kata Salehe, PPK melakukan koordinasi dengan pihak Pemda terkait jebolnya bendungan tersebut.
Menyikapi hal tersebut, Sekretaris DPW Forum Bhayangkara Indonesia (Sulbar) Muh Ramadhan meminta Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulbar untuk turun tangan terkait soal dugaan kesalahan perencanaan pembangunan bendungan tersebut.
“Kejati harus turun melakukan investigasi terkait jebolnya tanggul yang merugikan negara ratusan miliar. Termasuk memanggil pihak Satker PPK, Kepala Santer BWS III dan kontraktor,” katanya.
Ia juga akan melakukan konsultasi dengan Pimpinan KPK Bahri Bahuri yang akan berkunjung ke Sulbar, rencananya pada Rabu ini.
“Saya akan sampaikan masalah ini di depan publik, agar diusut serius,” ujarnya.
Sementara itu salah satu warga di Malunda, Jumaali meminta pihak terkait segera melakukan perbaikan bendungan yang jebol.
“Kalau tidak kami akan demo. Karena masyarakat yang ada di hulu sungai Desa Lombong dan Lingkungan Banua bisa terkena air bah jika hujan turun,” ucapnya.
Sebelumnya, tanggul jebol terjadi Senin (20/1/2020) sekitar pukul 01.00 WITA. Warga bersyukur bendungan jebol pada malam hari. Mengingat di wilayah hulu dijadikan sebagai tempat wisata air dari Pemerintah Desa Kayuangin.
Editor : Nefri














