MATTANEWS.CO,KAPUAS HULU – Perbatasan RI–Malaysia di Badau Kabupaten Kapuas Hulu kembali diperketat. Senin (27/4/2026), aparat lintas instansi menggelar operasi bersama di PLBN Badau untuk memutus jalur penyelundupan barang ilegal yang kerap memanfaatkan celah tapal batas.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB ini bukan sekadar apel koordinasi. Ini bentuk nyata sinergi negara menghadapi ancaman di beranda terdepan. Hadir lengkap unsur Polsek Badau, Koramil 1206-04/Bdu, Bea Cukai PLBN Badau, Karantina Hewan, Satgas Pamtas Yon Kav 3/AC, hingga unsur intelijen.
*Komitmen Bersama: Gempur Rokok Ilegal hingga Human Trafficking*
Kepala Bea Cukai PLBN Badau, Henry Imanuel Sinuraya, menegaskan operasi ini menyasar seluruh bentuk penyelundupan.
“Kegiatan ini bertujuan mencegah rokok ilegal, minuman beralkohol, serta barang-barang terlarang lainnya. Kami apresiasi kehadiran semua pihak. Sinergi ini harus terus diperkuat demi stabilitas perbatasan,” tegasnya.
Dukungan penuh datang dari TNI. Danramil 1206-04/Bdu, Kapten Inf M. Sabban, menyebut kerja sama adalah kunci.
“Jajaran TNI siap mendukung penuh. Tanpa kolaborasi, kita sulit menghadapi potensi pelanggaran hukum di perbatasan,” ujarnya.
Dari kepolisian, Ps. Panit Sabhara Polsek Badau Aipda Abang Abdurrahman menekankan langkah ini strategis untuk menjaga kamtibmas.
“Ini upaya mencegah peredaran barang ilegal sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. TNI, Polri, dan Bea Cukai harus satu suara,” katanya mewakili Kapolsek Badau.
Satgas Pamtas Yon Kav 3/AC juga menyatakan kesiapan penuh.
“Kami dukung setiap upaya penegakan hukum. Kalau butuh bantuan, kami buka ruang koordinasi 24 jam,” tegas Lettu Kav Yoga A.K.
*6 Ancaman Utama di Tapal Batas*
Dalam briefing tertutup, aparat memetakan 6 tindak pidana lintas batas yang jadi fokus pengawasan:
1. *Penyelundupan narkotika*: Sabu dan pil ekstasi masih jadi barang incaran jaringan lintas negara.
2. *Illegal logging*: Kayu dari hutan perbatasan rawan diselundupkan ke Serawak.
3. *Illegal mining*: Hasil tambang emas ilegal kerap dibawa lewat jalur tikus.
4. *Senjata api ilegal*: Peredaran senpi rakitan jadi ancaman stabilitas.
5. *Perdagangan orang*: Human trafficking dengan modus TKI non-prosedural.
6. *Pelanggaran pelintas batas*: Dokumen palsu dan keluar-masuk tanpa izin.
Selain penindakan, aparat juga menekankan peran kepala desa dan masyarakat.
“Lapor cepat kalau ada aktivitas mencurigakan. Masyarakat adalah mata dan telinga negara di perbatasan,” kata Henry.
*Aspirasi Warga: Minta Toleransi Belanja Lintas Batas Legal*
Operasi ini juga menyerap suara warga Badau. Masyarakat meminta ada kemudahan untuk belanja kebutuhan pokok ke Malaysia melalui jalur resmi PLBN.
Selama ini warga kerap berbelanja ke Serawak karena jarak lebih dekat dan harga lebih terjangkau.
Aparat berjanji mengakomodir aspirasi tersebut selama tidak melanggar ketentuan.
“Selama legal, lewat PLBN, dan barang sesuai aturan, silakan. Yang kami berantas itu jalur ilegal,” tegas Kapten Inf M. Sabban.
*Operasi Lancar, Situasi Kondusif*
Ditambahkan Henry rangkaian kegiatan mulai briefing, koordinasi lapangan, hingga foto bersama berjalan tertib. Pukul 10.30 WIB, operasi ditutup. Situasi di PLBN Badau dan sekitarnya dilaporkan aman, lancar, dan kondusif.
“Dengan operasi gabungan ini, negara mengirim sinyal tegas: perbatasan Kapuas Hulu bukan zona abu-abu. Setiap jengkal tapal batas diawasi. Setiap upaya penyelundupan akan dikejar, “pungkasnya mengakhiri. (*)














