BERITA TERKINIHEADLINETNI DAN POLRI

Ratusan Pelanggar Lalu Lintas di Sidoarjo Terjaring ETLE Handheld

×

Ratusan Pelanggar Lalu Lintas di Sidoarjo Terjaring ETLE Handheld

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, SIDOARJO – Ratusan pelanggar lalu lintas di wilayah Kabupaten Sidoarjo terjaring penindakan berbasis teknologi melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Handheld yang dioperasikan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sidoarjo, Senin (27/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya intensif kepolisian dalam menekan angka pelanggaran serta meminimalisir risiko kecelakaan di sejumlah titik rawan.

Penindakan dilakukan secara mobile dengan menyasar lokasi-lokasi yang kerap terjadi pelanggaran, seperti kawasan padat kendaraan, jalur utama penghubung antarkecamatan, hingga titik yang memiliki tingkat kerawanan kecelakaan tinggi. Dengan menggunakan perangkat ETLE Handheld, petugas dapat merekam setiap pelanggaran secara langsung di lapangan tanpa harus menghentikan kendaraan dan meminimalisir interaksi langsung antara petugas dengan pelanggar, sehingga proses penindakan berlangsung lebih efektif dan efisien.

Dari hasil operasi tersebut, tercatat sebanyak 473 pelanggaran lalu lintas. Rinciannya, 61 pelanggaran terdeteksi melalui ETLE Mobile, 164 pelanggaran melalui ETLE Statis di kawasan Krian, 28 pelanggaran dari ETLE Statis Kletek, serta 220 pelanggaran yang berhasil dijaring menggunakan ETLE Handheld. Angka ini menunjukkan bahwa tingkat pelanggaran lalu lintas di Sidoarjo masih tergolong tinggi dan membutuhkan perhatian serius dari semua pihak, khususnya para pengguna jalan.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Dr. Christian Tobing melalui Kasatlantas Polresta Sidoarjo AKP Yudhi Anugrah Putra menjelaskan bahwa penerapan ETLE Handheld merupakan salah satu bentuk inovasi dalam penegakan hukum di bidang lalu lintas. Sistem ini mengedepankan transparansi, akuntabilitas, serta meminimalisir potensi pelanggaran prosedur di lapangan. Seluruh bukti pelanggaran terekam secara elektronik, sehingga proses penindakan menjadi lebih objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ia juga menegaskan bahwa kehadiran teknologi ini bukan semata-mata untuk menindak, tetapi juga sebagai sarana edukasi kepada masyarakat agar lebih disiplin dalam berlalu lintas. Menurutnya, kesadaran masyarakat merupakan kunci utama dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.

“Penindakan ini juga sebagai upaya edukasi untuk membangun budaya tertib berlalu lintas secara berkelanjutan. Kami berharap masyarakat semakin sadar dan disiplin, karena keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Satlantas Polresta Sidoarjo berkomitmen untuk terus mengoptimalkan penggunaan teknologi ETLE, baik statis maupun mobile, termasuk pengembangan perangkat handheld. Langkah ini diharapkan mampu menekan angka pelanggaran sekaligus mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas di wilayah Sidoarjo. Selain itu, upaya ini juga menjadi bagian dari peningkatan kualitas pelayanan publik serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap kinerja kepolisian.

Salah satu pelanggar, Budi Santoso (35), mengaku menerima sanksi yang diberikan atas pelanggaran yang dilakukannya. Ia menyadari kesalahannya dan menjadikan kejadian tersebut sebagai pelajaran berharga agar lebih tertib saat berkendara di kemudian hari.

“Saya mengakui kesalahan saya saat berkendara dan menerima penindakan yang diberikan. Ini menjadi pelajaran bagi saya untuk lebih tertib dan mematuhi aturan lalu lintas,” ungkapnya.

Dengan adanya penindakan berbasis ETLE Handheld ini, diharapkan kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas semakin meningkat, sehingga tercipta kondisi jalan yang lebih aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan.