NUSANTARA

Berdayakan Budidaya Pangan Lokal, Solusi Apabila Terjadi Krisis Sembako

×

Berdayakan Budidaya Pangan Lokal, Solusi Apabila Terjadi Krisis Sembako

Sebarkan artikel ini

Reporter : Mateus Tekege

DEIYAI, Mattanews.co – Ketua BMDS Deiyai, Mando Mote, memprediksi bahwa beberapa waktu kedepan kemungkinan besar akan terjadi krisis pangan global, akibat dari dampak Pandemi  covid-19 yang mewabah di seluruh negara di dunia.

Hal itu mendasar pada, data yang didapat Mando, yakni WHO belum bisa memproyeksikan kapan virus covid-19 ini akan berakhir, dan perkembangan informasi covid-19 di Indonesia sendiri, dari sumber informasi BNPB, yang disampaikan kepada publik, belum ada angka yang menunjukkan penurunan dari penularan virus

“Kita pun, akan mengalami krisis ekonomi pangan secara besar besaran, sebab kesanggupan negara dalam memenuhi permintaan konsumen secara mandiri dengan jumlah penduduk Indonesia 271.066.000 jiwa yang besar ini belum diproyeksikan,” terang Mando, senin (27/04/2020).

Sementara ini, lanjut Mando, untuk memenuhi permintaan konsumen negara Indonesia mengandalkan impor beras dari negara Thailand dan India, dengan adanya pendemi virus covid-19,  menghantam dunia, beberapa negara yang selalu mengekspor beras seperti Thailand dan India akan menutup keran ekspornya termasuk Indonesia.

Stock beras dua atau tiga bulan kedepan,  kemungkinan tidak akan tersedia di pasaran, maka itu menjadi sebuah tantangan bagi bangsa Indonesia. Dampak dari itu kemungkinan akan ada kelaparan, kriminalitas akan meningkat bersamaan covid-19 di semua daerah.

Dengan demikian perlu ada kebijakan antisipasti dari ancaman virus Corona ini yang diambil oleh setiap pemerintah daerah khususnya di Propinsi Papua, teristimewa pada Kabupaten dan Kota yang ada di Papua.

Untuk merespon situasi ini, dikatakan Mando, besar harapannya terhadap kemungkinan buruk yang akan terjadi di beberapa bulan ke depan, maka Pemerintah Propinsi Papua bersama seluruh Bupati dan Walikota, perlu melakukan beberapa langkah untuk mengantisipasi selama covid-19.

“Seperti Pemerintah harus memastikan ketersediaan beras di Bulog baik di Papua maupun di Indonesia pada umumnya dengan memenuhi permintaan masyarakat selama beberapa bulan dan atau bila perlu  satu atau dua tahun kedepan,” jelas Mando

Yang Kedua, dijelaskannya, pemberdayaan terhadap pengembangan budidaya pangan lokal, yang sudah membudaya di propinsi Papua perlu dilestarikan melalui kebijakan yang efektif dan efisien secara holistic.

“Ketiga, perlu ada kebijakan teknis yang dimaksud disini adalah memberikan bantuan langsung baik berupa uang tunai, peralatan kerja (sekop, parang, cangkul, dan lain alat penunjang) kepada seluruh masyarakat agar semua berkebun, berternak, serta mengangkat kebiasaan mencintai pangan local yang dimiliki oleh masyarakat pribumi Papua,” tutup Mando.

Editor : fly