Berkah Tol Trans Sumatra, Duku Komering Tetap Segar dan Manis di Pulau Jawa

  • Whatsapp
Kebun duku Komering di Desa Rasuan, Kecamatan Madang Suku II, OKU Timur.
Kebun duku Komering di Desa Rasuan, Kecamatan Madang Suku II, OKU Timur.

MATTANEWS.CO, SUMSEL – Duku Komering menjadi buah andalan khas Komering di Sumatera Selatan. Buah yang dikenal dengan ukuran kecil namun memiliki rasa manis itu cukup dikenal di nusantara. Duku pula yang membuat Sumsel ternama, karena buah ini tumbuh menjalar di sepanjang daerah yang dilintasi Sungai Komering, seperti di Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu, dan Ogan Komering Ulu Timur.

Buah yang tumbuh secara musiman pada awal Februari hingga akhir Maret itu dijual secara merata hingga ke Pulau Jawa. Salah satu petani duku asal Rasuan, Kecamatan Madang Suku II, OKU Timur, Hambali mengatakan, saat ini sedang masuk masa panen duku. Ia bersama warga sekitar memiliki hamparan kebun duku yang cukup luas, dan dalam satu kali panen mampu mencapai lebih dari berton-ton.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah, tahun ini panen duku cukup melimpah. Meski cuaca sedang tidak menentu, namun duku tetap bisa kami panen seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujar Hambali, Selasa (16/3).

Pohon duku komering khas Sumsel yang sedang berbuah lebat milik petani.
Pohon duku komering khas Sumsel yang sedang berbuah lebat milik petani.

Duku yang dipanen oleh Hambali dan warga Rasuan lain, bukan hanya dijual ke wilayah Sumsel namun juga hingga keluar daerah, seperti ke Jakarta hingga ke Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Duku sudah banyak dikenal, banyak pecintanya. Bukan hanya masyarakat Sumsel tapi masyarakat di provinsi lain. Biasanya sebelum panen, ada pengepul yang datang. Mereka membeli hasil panen kami. Biasanya semua pohon yang berbuah akan langsung dibeli mereka dengan harga yang pantas,” ucapnya.

Selanjutnya para pengepul inilah yang membawa hasil bumi ke luar Sumsel. Salah satu pengepul asal Bekasi, Ardena, mengatakan, pihaknya membeli hasil panen duku petani dalam jumlah besar. Duku ini dibawa ke Jakarta untuk dipasok dan disebarkan ke para pedagang buah di Pasar Induk Keramat Jati.

Dari pasar induk inilah, nantinya para pedagang kecil mengambil duku untuk di jajakan secara eceran kepada masyarakat di ibukota. Bukan hanya ke Jakarta, Ardena pun mensuplai buah duku dari para petani ke Jawa Tengah.

“Ada banyak teman-teman kami yang juga membawa hasil panen duku hingga ke provinsi lain. Bukan hanya di Jakarta dan Jawa Tengah. Duku ini peminatnya banyak, apalagi jika buah duku masih segar dan manis,” jelasnya.

Kendala yang dihadapi Ardena ataupun pengepul lain dalam distribusi buah duku adalah waktu pengiriman dari lokasi panen duku hingga ke pasar induk. Sebab buah duku jika tidak dikirim segera akan mudah berubah warna dan tidak segar lagi.

“Sekarang kami tertolong dengan adanya tol Trans Sumatra yang menghubungkan dari Sumsel ke Bakaheuni. Kurang dari enam jam, buah dari petani bisa langsung tiba ke pasaran. Kalau dulu, buah duku akan cepat berubah warna dan teksturnya akan sulit disukai pembeli,” ucapnya.

Tol yang mulai berfungsi sejak 2020 ini dinilai sangat berpengaruh besar terhadap pengiriman duku tersebut. “Kalau buahnya segar, maka masa penjualannya akan lebih lama. Pembeli akan tetap bisa mendapat buah duku yang segar dan manis,” ujar Ardena.

Ida Syahrul, pemilik kebun duku di OKU Timur yang sedang panen duku.
Ida Syahrul, pemilik kebun duku di OKU Timur yang sedang panen duku.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, duku menjadi salah satu buah-buahan unggulan khas Sumsel. Wilayah penghasil duku di Provinsi Sumatera Selatan yaitu Komering yang meliputi wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu Timur, dan Ogan Komering Ulu Selatan. Penyebaran duku di wilayah Komering terdapat hampir semua daerah yang dilewati aliran sungai Komering.

“Duku kita ini sudah banyak dikenal di Indonesia, dan sudah populer,” ucapnya.

Produksi duku di wilayah Provinsi Sumsel mencapai sekitar 104.567 kuintal. Herman Deru pun telah mengajak para peneliti tanaman dan kalangan pengusaha, petani buah di Sumsel untuk  terus mengembangkan  tanaman buah lokal dengan varietas yang unggul. Salah satunya, buah duku komering yang telah dipatenkan sebagai tanaman buah asli dari pesisir Sungai Komering yang ada di Kabupaten OKU Timur.

“Kedepan bukan hanya buah duku komering yang dipatenkan tapi buah lainnya seperti durian dan lainnya. Namun tentunya butuh sistem marketing yang benar. Dan yang paling penting adalah penyebaran dan pemasarannya ke luar Sumsel harus lebih ekstra,” ucapnya.

Mendukung penyebaran dan pemasaran duku, sangat diperlukan adanya infrastruktur yang mumpuni agar distribusi duku semakin cepat. Hal itu mengingat duku adalah buah yang kesegarannya tidak berlangsung lama.

“Sekarang infrastruktur di Sumsel sudah mumpuni. Sudah ada tol yang menghubungkan Sumsel dengan provinsi lain. Jadi tentu mobilitasnya akan lebih cepat,” ucap Herman Deru.

Salah satu jalur tol Trans Sumatra di Waykenanga, Lampung yang sudah berfungsional menghubungkan Sumsel dan Lampung.
Salah satu jalur tol Trans Sumatra di Waykenanga, Lampung yang sudah berfungsional menghubungkan Sumsel dan Lampung.

Terkait dengan keberadaan tol, Herman Deru juga menyebut, tidak hanya duku saja yang dapat lebih dikirimkan cepat melalui akses ruas jalan tol tersebut, melainkan hasil bumi lainnya. “Tol ini penting di Sumsel, karena dapat menghubungkan atau menjaga konektivitas antara Sumsel dengan provinsi lain. Bahkan bisa lebih dekat ke Pulau Jawa. Karenanya dampak dan manfaatnya akan sangat besar bagi masyarakat Sumsel,” terang dia.

Ia mengakui, tol Trans Sumatra yang kini sudah dioperasionalkan merupakan impian yang sudah terwujud bagi masyarakat Sumsel. “Saat ini harapan kami agar tol Trans Sumatra lain dan siripnya yang ada di wilayah Sumsel bisa segera selesai. Sehingga konektivitas daerah semakin luas, dan dapat mendongkrak perekonomian yang lebih baik bagi Sumsel,” jelas Herman Deru.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait