MATTANEWS.CO, FAKFAK – Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP., secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) III Kerukunan Keluarga Seram Bagian Timur (KKSBT) Kabupaten Fakfak, dengan mengusung tema Tabulik Kita Woisa, Tabasau Tabateta, yang artinya, bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.
Kegiatan ini dihadiri oleh Sekda Fakfak, Arif Rumagesan, Ketua DPRK, Amir Rumbouw dan anggota, Kapolres Fakfak Naim Ishak, Dandim 1803/Fakfak Wahlin Rahman, sesepuh, serta keluarga besar KKSBT yang hadir dalam keadaan sehat dan penuh semangat kekeluargaan, Minggu, (25/10/2026).
Bupati Samaun Dahlan dalam sambutannya menyampaikan selamat datang dan selamat bermusyawarah kepada seluruh peserta. Ia berharap kegiatan ini berjalan lancar dan menghasilkan keputusan yang bermanfaat bagi kemajuan organisasi, kesejahteraan anggota, serta pembangunan daerah.
“Musda bukan sekadar agenda rutin memilih kepengurusan baru atau menyusun program kerja, melainkan ruang untuk evaluasi, kebersamaan, menyatukan pandangan, dan merumuskan langkah strategis menghadapi berbagai tantangan ke depan,” ujar Bupati.
Bupati mengajak peserta menjadikan forum ini sebagai wadah demokrasi organisasi yang mengedepankan keterbukaan, kebijaksanaan, tanggung jawab, dan persaudaraan. Perbedaan pendapat dalam musyawarah dinilai sebagai kekayaan pemikiran yang memperkuat organisasi, bukan alasan perpecahan. Siapa pun yang terpilih memimpin hendaknya didukung bersama demi kepentingan seluruh keluarga besar organisasi.
Ditekankan, kepengurusan yang terpilih diharapkan merupakan figur yang memiliki integritas, komitmen, kemampuan bekerja sama, serta peduli terhadap kepentingan anggota dan masyarakat luas.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa Fakfak kaya akan keberagaman suku, budaya, agama, dan latar belakang masyarakat, sebuah kekuatan besar yang harus dijaga bersama. Nilai persaudaraan, toleransi, saling menghormati, dan hidup berdampingan secara damai menjadi modal sosial penting dalam menjaga persatuan dan mendukung pembangunan daerah.
“Keberadaan Kerukunan Keluarga Seram Bagian Timur memiliki peran strategis, tidak hanya mempererat kekeluargaan antarwarga, tetapi juga menjadi mitra pemerintah dalam menjaga keharmonisan sosial dan memperkuat persatuan masyarakat Fakfak,” ungkapnya.
Bupati berharap organisasi terus berkontribusi membangun kehidupan yang rukun, damai, dan saling mendukung, serta menjunjung tinggi nilai adat, budaya, dan kearifan leluhur. Kepada seluruh keluarga besar Seram Bagian Timur, Bupati menyampaikan apresiasi atas kontribusi dan partisipasi dalam menjaga kehidupan sosial kemasyarakatan.
“Mari terus bangun hubungan persaudaraan dengan seluruh elemen masyarakat, karena kemajuan Fakfak adalah tanggung jawab kita bersama, tanpa membedakan suku, agama, maupun asal-usul. Fakfak adalah rumah kita bersama,” tegasnya.
Peserta Musda diimbau mengikuti setiap tahapan kegiatan dengan tanggung jawab, menjunjung tinggi aturan organisasi, dan mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
“Saya berharap, siapa yang akan terpilih dapat membenahi organisasi KKSBT,” tukasnya.














