MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG- Semangat santri kembali bergema di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso. Peringatan Hari Santri Nasional ke-11 tahun 2025 yang mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia” menjadi momentum penting bagi Kabupaten Tulungagung untuk meneguhkan peran santri dalam membangun bangsa menuju peradaban yang lebih maju.
Acara tasyakuran yang digelar penuh khidmat ini dihadiri oleh Bupati Tulungagung H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., bersama Wakil Bupati H. Ahmad Baharudin, S.M., jajaran Forkopimda, Sekda Tulungagung H. Drs. Tri Hariadi, pimpinan OPD, serta ratusan santri dari berbagai pesantren di Tulungagung.
Bupati Gatut Sunu: Santri Harus Bergerak dan Mengubah Dunia
Dalam sambutannya, Bupati Gatut Sunu menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran seluruh undangan. Ia menegaskan, Hari Santri Nasional merupakan bentuk penghormatan negara terhadap perjuangan para kiai dan santri yang telah berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“Hari Santri ini adalah pengakuan negara atas perjuangan para kiai, santri, dan masyarakat Indonesia yang turut mengawal kemerdekaan. Tema tahun ini, Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia, mengingatkan kita bahwa santri tidak hanya belajar di pesantren, tetapi juga harus bergerak untuk mengubah dunia menjadi lebih baik dan maju,” tegasnya, Selasa (21/10/2025) malam.
Bupati Gatut Sunu juga menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Tulungagung akan terus mendukung program pemberdayaan santri dan kegiatan keagamaan yang memperkuat moral serta karakter generasi muda.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Tulungagung untuk terus menjaga semangat kebangsaan. Pemerintah daerah akan selalu memberi dukungan penuh terhadap pemberdayaan santri dari berbagai kalangan,” lanjutnya.
Ketua PCNU Tulungagung: Semangat Santri Tak Pernah Padam
Sementara itu, Ketua Tanfidz PCNU Kabupaten Tulungagung KH. Bagus Ahmadi, M.Sy., M.Pd.I., dalam sambutannya mengapresiasi semangat para santri yang selalu siap berjuang di berbagai situasi.
Semangat santri itu luar biasa tidak kenal hujan, tidak kenal panas. Begitu ada panggilan jihad, santri selalu siap bersama Allah SWT,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional 2025 telah dimulai dan akan berlanjut dengan berbagai agenda di halaman GOR Lembu Peteng Tulungagung, termasuk kegiatan sosial dan keagamaan.
“Alhamdulillah beberapa kegiatan sudah terlaksana dan insya Allah ke depan akan terus kita tingkatkan. Tahun ini, hewan qurban yang kita berikan bukan kambing, tapi sapi, sebagai simbol semangat kebersamaan yang lebih besar,” tambahnya.
Rangkaian Tasyakuran Penuh Makna
Acara tasyakuran Hari Santri Nasional ke-11 ini juga diisi dengan ceramah agama oleh KH. Muhsin Ghozali yang menekankan pentingnya menjaga semangat perjuangan para ulama dan santri sebagai penjaga moral bangsa.
Sebagai simbol rasa syukur, kegiatan ditutup dengan pemotongan nasi tumpeng oleh Bupati Tulungagung H. Gatut Sunu Wibowo, disambut hangat oleh para tamu undangan dan ratusan santri yang hadir.
Meneguhkan Santri Sebagai Pilar Peradaban
Momentum Hari Santri Nasional ke-11 di Tulungagung ini menjadi pengingat bahwa santri bukan hanya penjaga nilai-nilai keagamaan, tetapi juga agen perubahan sosial dan peradaban dunia.
Dengan dukungan pemerintah daerah dan sinergi ulama, Tulungagung menegaskan komitmennya dalam mengawal Indonesia menuju peradaban yang lebih bermartabat dan berkeadaban.














