MATTANEWS.CO, TULUNGAGUNG – Bupati Tulungagung, Provinsi Jawa Timur, H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., menegaskan bahwa panatacara bukan sekadar pembawa acara, melainkan wajah keluhuran adab dan budaya Tulungagung di panggung budaya Nusantara. Penegasan tersebut disampaikan saat menghadiri Wisuda Siswa Purna Wiyata Pawiyatan Panatacara Tuwin Pamedhar Sabda Bregada XXXI Tahun 2025, Minggu (21/12/2025), di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bangsa.
Dalam sambutannya, Bupati Gatut Sunu menekankan pentingnya pawiyatan panatacara sebagai garda terdepan pelestarian budaya Jawa. Menurutnya, panatacara tidak hanya menguasai teknik bertutur dan tata acara, tetapi juga mengemban nilai unggah-ungguh, tata krama, serta kaidah bahasa Jawa yang adiluhung.
“Panatacara adalah penjaga keluhuran bahasa, ketertiban prosesi, dan keharmonisan suasana. Karena itu, panatacara adalah representasi adab Tulungagung di setiap panggung budaya,” tegasnya di hadapan para wisudawan.
Bupati Gatut Sunu menilai, wisuda purna wiyata ini menjadi penanda keberhasilan proses pembelajaran yang menuntut ketekunan, kedisiplinan, dan kesungguhan. Proses tersebut merupakan bagian penting dari pewarisan budaya agar tetap hidup dan relevan di tengah perubahan zaman.
Pada kesempatan itu, Bupati Gatut Sunu juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia (Permadani) Kabupaten Tulungagung yang konsisten menyelenggarakan pawiyatan hingga mencapai Bregada ke-31. Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tulungagung memandang Permadani sebagai mitra strategis dalam pembinaan kebudayaan daerah, khususnya menyiapkan sumber daya manusia yang beretika dan berwawasan budaya.
“Pembangunan daerah tidak hanya diukur dari capaian fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas manusianya manusia yang berbudaya, tahu unggah-ungguh, dan menjunjung tata krama,” ujarnya.
Kepada para wisudawan dan wisudawati, Bupati berpesan agar ilmu dan keterampilan yang diperoleh dipahami sebagai amanah budaya. Ia mengingatkan pentingnya menjaga etika, profesionalitas, dan tanggung jawab, tidak hanya saat menjalankan peran sebagai panatacara, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Acara wisuda yang dihadiri jajaran Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, serta pengurus Permadani tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten ini berlangsung khidmat dan penuh makna. Pemerintah Kabupaten Tulungagung menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pelestarian budaya melalui pendidikan dan pewarisan budaya secara berkelanjutan.
Dengan dukungan pemerintah dan konsistensi komunitas budaya, Tulungagung meneguhkan diri sebagai daerah yang membangun peradaban bukan hanya infrastruktur melalui penguatan adab, bahasa, dan jati diri budaya.















