Carano Minangkabau, Adat Basa Basi Unik untuk Sambut Tamu Agung

  • Whatsapp

 

MATTANEWS.CO, TANAH DATAR – Carano adalah suatu wadah, yang dipergunakan untuk penyambut tamu agung, atau adat basa basi di Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar).

Bacaan Lainnya

Bentuknya yang sangat unik. Carona berbentuk yang terbuat dari logam atau kuningan. Yang mana mempunyai nilai sejarah yang menarik di Minangkabau.

Carona sebagai alat penyambut tamu agung, yang berisi daun sirih, gambir, soda dan tembakau.

Datuak Sikoto, pemangku adat di Tmaha Datar mengatakan, kegunaan Carano ini sangat banyak.

“Jika sudah duduk, angku-angku (pemangku) datuk di Rumah Gadang, harus dipersembahkan dengan Carano,” katanya, Sabtu (3/4/2021).

Dia mengungkapkan, Carano yang berisi Sirih, sebagai petanda basa-basi kepada tamu itu, yang menandakan tamu tersebut dihormati.

Dengan menyuguhkan Carano, para tamu dipersilahkan mengambil sirih untuk dimakan. Barulah diadakan pembicaraan kepada tamu itu.

“Carano ini, kalau tidak ditutup tak lengkap rasanya. Carano ditutup dengan dalamak, yang dihiasi dengan sulaman benang emas, yang sangat mahal juga harganya,” ucapnya.

Saat menggelar pesta adat, Carano harus dipersiapkan. Jika tidak ada, para datuk Minangkabau pasti akan menanyakan, sebelum adat pasambahan atau kata-kata pepatah dimulai.

Dengan adanya Carano di tengah-tengah pesta tersebut, lanjutnya, sudah menandakan pestanya sudah pasti beradat.

“Itulah menandakan adat Minangkabau, yang sangat unik, untuk dilakukan dan harus ditaati,” ujarnya.

Dia menuturkan, adat basa-basi dan sopan santun yang tertuang dengan arti dan kegunaan Carano, masih dipakai turun-temurun di Minang Kabau.

“Adat ini sendiri tak bisa itu dihilangkan,” ucapnya.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait