Reporter : Mokshen Rumeu
FAKFAK,Mattanews.co – Menanggapi putusan rapat Komisi II DPR RI bersama Mendagri, KPU, Bawaslu, dan DKPP terkait pelaksanaan Pilkada Serentak pada 9 Desember 2020, Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB), menyatakan dengan tegas menolak pelaksanaan Pilkada serentak yang telah disepakati tersebut.
Dikatakan, Wakil Ketua MRPB, Cyrillus Adopak,SE.MM, penolakan ini didasari oleh rasa kemanusiaan terutama penyelamatan terhadap nyawa manusia di Tanah Papua dari serangan penyebaran virus corona atau covid-19 yang kian meningkat akhir–akhir ini, maka Majelis Rakyat Papua Barat(MRPB)
dengan tegas menolak pelaksanaan Pilkada serentak tersebut.
“Bila pun akan digelar rapat setelah masa tanggap darurat pandemi virus corona berakhir atau sekitar awal Juni 2020, namun semua kondisi harus dipastikan baik,” ungkap Cyrillus, kamis (16/04/2020).
“Sebelum mengambil keputusan ini, mengingat virus corona ini bukan hanya sekali namun bisa datang gelombang kedua, ketiga dan seterusnya,” lanjutnya.
Cyrillius mengatakan MRPB akan berkomunikasi bersama pemerintah daerah (Bapak Gubernur) dan Komisi II
DPR-RI serta kementrian dalam Negeri terkait hal ini, adapun alasan mendasar yang menjadi rujukan MRPB antara lain yang pertama bahwa trend penyebaran Virus Corona sampai saat ini belum signifikan menunjukan angka penurunan bahkan terus beranjak naik baik jumlah penderita maupun angka kematian.
Yang kedua, MRPB sebagai lembaga yang bertugas memberikan perlindungan terhadap orang asli Papua, merasa bahwa dalam situasi kondisi penyebaran virus yang
terus masih berjalan ini,maka yang paling utama bagi pemerintah dan kita semua adalah agar fokus dengan serius perhatian ditujukan pada pemberantasan penyebaran virus corona dulu untuk saat ini.
Selanjutnya urai Crillius, Penyelamatan terhadap seluruh warga masyarakat diatas tanah papua ini lebih penting dari agenda apapun untuk saat ini terutama penyelamatan terhadap nyawa Orang Asli Papua (OAP)
Bahwa pada bulan Desember itu berdekatan dengan masa persiapan bagi umat Kristiani di tanah Papua dalam rangka mempersiapkan diri untuk menyambut hari kelahiran Yesus Kristus (Natal) di Tanah Papua dan dampak dari kepentingan politik dalam pelaksanaan pilkada nanti sangat berpeluang besar dalam mempengaruhi nilai-nilai perayaan hari kelahiran Yesus Kristus.
Dengan mengkaji dan mempertimbangkan berbagai kepentingan,maka MRPB
dengan tidak mengurangi rasa hormat dalam berbangsa dan bernegara, merekomendasikan pelaksanaan Pilkada nanti agar diagendakan pada opsi ke-2 atau opsi ke-3 sesuai kesepakatan bersama terdahulu antara Komisi II DPR-RI, Menteri Dalam Negeri, KPU RI dan Bawaslu RI.
Ditambahkannya, MRPB akan dan terus mengupayakan bahkan akan dibuatkan petisi dengan memohon dukungan dari seluruh masyarakat di Tanah Papua terutama Orang Asli Papua.
“Kiranya Tuhan Allah dan para Leluhur Moyang Orang Papua menyertai,melindungi
dan mejagaTanah dan Manusia Papua,” tutup Cyrillus.
Editor : fly














